Logo Bloomberg Technoz

Bursa Asia Bersiap Melemah Tertekan Isu Perang Dagang AS–Eropa

News
21 January 2026 06:20

Bursa asia (Dok Bloomberg)
Bursa asia (Dok Bloomberg)

Toby Alder - Bloomberg News

Bloomberg, Bursa saham Asia diperkirakan akan melemah pada perdagangan Rabu (21/1), mengekor kerugian di Wall Street. Kekhawatiran akan eskalasi konflik dagang AS-Eropa serta gejolak di pasar obligasi Jepang mulai mengguncang kepercayaan investor global.

Kontrak berjangka (futures) untuk indeks saham Australia, Jepang, dan Hong Kong terpantau rontok setelah S&P 500 mencatat kerugian terdalam sejak Oktober lalu, menghapus seluruh keuntungan yang diraih sejak awal tahun. Indeks Nasdaq 100 merosot 2,1%, sementara indeks volatilitas VIX melonjak di atas angka 20 untuk pertama kalinya sejak November. Di sisi lain, harga emas melesat ke rekor tertinggi seiring meningkatnya permintaan akan aset aman.


Imbal hasil (yield) obligasi AS tenor panjang menyentuh level tertinggi dalam empat bulan, dipicu oleh aksi jual obligasi di Jepang dan rencana dana pensiun Denmark untuk keluar dari surat utang AS (Treasury). Kondisi ini membuat dolar AS mencatat penurunan dua hari terburuk dalam sebulan terakhir.

Manuver kebijakan luar negeri Presiden Donald Trump yang sulit diprediksi, termasuk ancaman tarif terhadap negara-negara Eropa yang menolak usulannya untuk membeli Greenland, telah memaksa investor menilai kembali stabilitas AS sebagai tempat perlindungan yang aman.