Meski begitu, Dadan menilai tren penurunan kasus keracunan mencerminkan adanya perbaikan signifikan dalam penerapan standar operasional di lapangan. Ia menegaskan bahwa BGN terus melakukan penyesuaian dan penguatan SOP untuk meminimalkan risiko serupa ke depan.
“Penurunan ini menunjukkan adanya perbaikan standar SOP yang signifikan di lapangan,” ujarnya.
Selain penguatan SOP, BGN juga mendorong peningkatan kepatuhan terhadap Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Saat ini, cakupan kepemilikan SLHS pada SPPG baru mencapai 32%.
“Cakupan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi saat ini mencapai 32% atau sekitar 6.152 SPPG, dan terus kami kejar agar seluruh dapur memenuhi standar keamanan pangan,” ucap Dadan.
BGN menargetkan peningkatan cakupan SLHS dan kepatuhan SOP dapat menekan risiko keracunan hingga nol kejadian, seiring dengan perluasan dan penguatan Program Makan Bergizi Gratis secara nasional.
(dec/spt)



























