Menteri Keuangan Jerman mengatakan Trump telah melampaui batas dan mendesak Eropa untuk menyiapkan langkah balasan perdagangan terkuat sebagai respons, meskipun Kanselir Friedrich Merz kemudian menggunakan nada yang lebih hati-hati, menambahkan bahwa ia berusaha meyakinkan Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk meredam responsnya terhadap ancaman tarif Trump.
Meskipun penerbitan obligasi di Eropa diperkirakan melambat dari laju rekornya karena libur nasional di AS pada Senin, beberapa peminjam memilih menunda penjualan mereka dan mengambil sikap tunggu dan lihat di tengah ketidakpastian, menurut sumber yang familiar dengan transaksi tersebut.
Hanya ada satu penawaran di pasar primer euro — dari bank Swiss berperingkat AAA, Zuercher Kantonalbank — menjadikan Senin ini sebagai hari tertenang untuk penerbitan obligasi sejak Desember 2024, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg.
Pernyataan Trump mendapat kecaman cepat dari para pemimpin Eropa, dengan Uni Eropa dilaporkan sedang membahas kemungkinan penerapan tarif sebesar €93 miliar atau setara US$108 miliar terhadap barang-barang AS, jika Trump melanjutkan ancaman tarif 10%. Reaksi paling langsung dan nyata dari UE adalah penundaan persetujuan perjanjian perdagangan Juli dengan AS.
Produsen Mobil Anjlok
Di saham individu, raksasa mewah Prancis LVMH anjlok 4,3% dalam penurunan terbesar sejak April, sementara produsen mobil Jerman Volkswagen AG dan Mercedes-Benz Group masing-masing turun 2,8% dan 2,2%. Perusahaan pertahanan Rheinmetall AG naik 1%.
“Eskalasi perang dagang AS-Eropa yang dipicu oleh Greenland dapat menghapus sebagian besar pertumbuhan laba Eropa pada 2026,” tulis Laurent Douillet, strategis ekuitas senior di Bloomberg Intelligence. “Ini mungkin memicu koreksi sebesar satu digit tengah,” tambahnya.
Ekonom Goldman Sachs Group Inc. memperkirakan bahwa tarif AS sebesar 10% akan menurunkan PDB riil sebesar 0,1% hingga 0,2% di negara-negara yang terkena dampak melalui penurunan perdagangan, dengan Jerman mengalami dampak terbesar. “Dampak tersebut dapat lebih besar jika terjadi efek negatif pada kepercayaan atau pasar keuangan,” mereka tulis dalam sebuah catatan.
Ancaman tarif Trump menjadi gangguan yang tidak diinginkan bagi kenaikan harga saham Eropa baru-baru ini, yang telah outperform rekan-rekan AS-nya seiring investor mengalir ke berbagai sektor regional, mulai dari pertahanan hingga pertambangan dan produsen peralatan semikonduktor. Akibatnya, indeks acuan Eropa telah mengalami overheating dan kini menjadi yang paling overbought dalam 26 tahun.
“Ketegangan jadi nyata. Secara keseluruhan, ada begitu banyak masalah yang menumpuk — mulai dari kartu kredit hingga independensi Federal Reserve dan tarif — sehingga saya benar-benar tidak melihat alasan bagi pasar saham untuk terus memecahkan rekor baru,” kata Alexandre Baradez, analis pasar utama di IG di Paris.
Sejak awal 2025, Stoxx Europe 600 telah naik 36% dalam denominasi dolar hingga Jumat, dua kali lipat kenaikan S&P 500 dalam periode yang sama. Indeks acuan Eropa kini diperdagangkan pada rasio harga terhadap laba (P/E) sebesar 16x laba masa depan, di atas rata-rata 15 tahun terakhir dan memperkecil diskonnya terhadap rekan-rekan AS menjadi sekitar 30%.
Deutsche Bank AG memprediksi dampak terbatas bagi euro, sebagian karena ketergantungan AS pada Eropa untuk modal. Tarif tersebut juga dapat menjadi katalisator bagi kohesi politik UE yang lebih besar, artinya dampak negatif terhadap euro terhadap dolar AS mungkin tidak akan bertahan lama minggu ini.
“Hal yang perlu diperhatikan dalam beberapa hari ke depan adalah apakah UE memutuskan untuk mengaktifkan alat anti-paksaan dengan mengusulkan langkah-langkah yang berdampak pada pasar modal,” tulis George Saravelos, Kepala Riset Valuta Asing Global Deutsche, dalam catatan untuk klien.
Memang, sejumlah pasar menyatakan keyakinan bahwa potensi gangguan besar-besaran akan dihindari. Banyak yang merujuk pada istilah populer di kalangan investor, “Trump Always Chickens Out [TACO].”
“Ini akan menjadi TACO bentuk lain,” kata David Kruk, kepala perdagangan di La Financiere de l’Echiquier, sambil menambahkan bahwa ia tetap mempertahankan pandangan bullishnya untuk tahun ini.
Krishna Guha, kepala strategi bank sentral di Evercore ISI, mencatat bahwa putusan Mahkamah Agung AS yang akan datang mungkin membatasi kemampuan Trump untuk memberlakukan tarif.
“Pasar akan bergerak ke arah risiko rendah, tetapi bertaruh bahwa Mahkamah Agung akan mencabut wewenang Trump untuk memberlakukan tarif dengan cara ini, atau Trump akan melakukan pembalikan kebijakan TACO,” kata dia.
Vincent Mortier, kepala investasi di Amundi
“Cara macam ini sejalan dengan cara administrasi AS menekan negara-negara lain, termasuk sekutunya, untuk mencapai tujuannya. Saat ini, semuanya selalu berkaitan dengan keseimbangan kekuatan. Hal itu akan menguji Eropa dalam hal kesatuan dan kemampuannya untuk menanggapi. Itu pasti akan menimbulkan gangguan dan ketidakpastian jangka pendek yang dapat berdampak negatif pada prospek pertumbuhan Eropa, tetapi kemungkinan besar hanya dalam skala yang sangat terbatas. Dalam jangka panjang, hal ini dapat menjadi katalis positif bagi Eropa untuk mempercepat agenda otonomi strategisnya dan membentuk aliansi baru.”
Christopher Dembik, penasihat investasi senior di Pictet Asset Management
“Ini adalah lonjakan volatilitas jangka pendek yang diperparah oleh penutupan pasar AS dan kurangnya likuiditas. Saya berpendapat bahwa Eropa tidak memiliki kemampuan untuk melancarkan perang dagang penuh melawan AS, jadi saya tidak mengharapkan eskalasi besar dari sini.”
Michael Brown, alhi strategi senior di Pepperstone:
“Asumsi saya adalah bahwa ‘jalan keluar’ dari ancaman ini akan segera ditemukan, dan ini akan menjadi momen ‘TACO’ lainnya, atau contoh ‘seni berunding’, tergantung bagaimana seseorang memandang hal-hal ini. Di tengah latar belakang tersebut, dengan kasus bullish fundamental untuk risiko yang masih tangguh, dan asalkan balasan Eropa tetap bersifat retoris, saya akan melihat penurunan saham sebagai peluang beli untuk saat ini.”
Francisco Simón, Kepala Strategi Eropa di Santander Asset Management:
“Aspek kunci yang perlu diperhatikan dalam beberapa hari ke depan adalah apakah pesan tersebut diimplementasikan menjadi langkah-langkah formal atau tetap bersifat retoris semata, yang akan membuat perbedaan yang jelas dalam reaksi pasar. Dalam jangka sangat pendek, kami menginterpretasikan pengumuman ini lebih sebagai sumber kebisingan politik daripada guncangan ekonomi. Hal ini memperkenalkan premi risiko yang sedikit lebih tinggi pada aset Eropa, terutama eksportir dan euro, tetapi dengan probabilitas implementasi segera yang masih terbatas.”
Andrea Tueni, Kepala Perdagangan Penjualan di Saxo Banque France:
“Saya tak begitu tahu apakah dampaknya akan setinggi April lalu saat tarif AS diumumkan, tetapi pasti akan negatif. Sektor-sektor yang jelas akan terdampak adalah mewah, anggur, dan minuman beralkohol. Faktor lain yang meningkatkan ketidakpastian adalah pasar AS akan tutup, artinya investor tidak akan memiliki panduan selama perdagangan.”
Guillermo Hernandez Sampere, kepala perdagangan di manajer aset MPPM:
“Pasar sensitif terhadap perkembangan dinamis terkait tarif baru sebagai dasar negosiasi masalah keamanan. Ketidakpastian yang meningkat, seperti yang terlihat tahun lalu, akan membebani semua pasar. Forum yang dimulai hari ini di Davos akan mencerminkan situasi saat ini.”
(bbn)





























