Inovasi Kilang Balikpapan Antar KPI Raih Pengakuan Dunia

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Kilang Pertamina Internasional KPI Unit Balikpapan kembali menorehkan prestasi di kancah global melalui capaian inovasi berkelas internasional. Setelah sebelumnya meraih penghargaan tertinggi Platinum pada Annual Pertamina Quality Award APQA 2025, kali ini inovasi dari kilang Balikpapan mendapat pengakuan dunia di ajang internasional Thailand.
Prestasi tersebut diraih melalui tim Project Collaboration Improvement PC Prove FOMO DEX yang berhasil memperoleh sejumlah penghargaan dari National Research Council of Thailand NRCT. Ajang tersebut digelar pada 5 hingga 9 Januari 2026 di Bangkok International Trade and Exhibition Centre BITEC Bangkok, Thailand.
Penghargaan yang diraih menjadi bukti konkret bahwa inovasi yang dikembangkan oleh pekerja kilang Balikpapan mampu bersaing dan diakui di tingkat global. Capaian ini sekaligus memperkuat posisi PT KPI sebagai motor penggerak inovasi di sektor pengolahan energi nasional.
General Manager PT KPI Unit Balikpapan, Novie Handoyo Anto, menyampaikan bahwa inovasi merupakan strategi utama perusahaan dalam menjawab tantangan bisnis yang terus berkembang. Menurutnya, dinamika industri energi menuntut adaptasi berkelanjutan melalui solusi yang aplikatif dan berdampak nyata.
“Inovasi adalah bagian daripada strategi perusahaan untuk beradaptasi terhadap dinamika dan tantangan, baik dari dalam maupun luar organisasi. Keberhasilan ini membuktikan bahwa semangat pekerja dalam menghadirkan solusi nyata tidak pernah padam,” kata Anto.
Penghargaan dari National Research Council of Thailand diserahkan langsung oleh Executive Director NRCT, Wiparat De ong. Dalam ajang tersebut, PT KPI Unit Balikpapan berhasil membawa pulang Gold Medal, Invention Presentation, serta Exhibiting Valuable Invention.
Capaian tersebut menjadi bentuk apresiasi internasional atas kualitas inovasi yang dihasilkan oleh insan kilang Balikpapan. Pengakuan ini juga mencerminkan keberhasilan perusahaan dalam membangun budaya inovasi yang kuat dan berkelanjutan.
Tidak hanya itu, tim PC Prove FOMO DEX juga meraih Special Award dari Association of Polish Inventors and Rationalizers API and R asal Polandia. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh CEO API and R, Michal Szota, sebagai apresiasi atas nilai kebaruan dan dampak inovasi yang dikembangkan.
Tim inovasi ini diketuai oleh Adimas Prasetyaaji dengan anggota Agya Kumala Asri, Rendy Bayu Aji Suhaedy, Faizal Ramadhan Nur, Ade Suryono, Agung Aldi Saputra, dan Deden Riskianandika. Proses pengembangan inovasi tersebut difasilitasi oleh Ferdana Eldriansyah.
Sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan terhadap inovasi, perwakilan tim PC Prove FOMO DEX turut ambil bagian dalam Forum International Intellectual Property Invention Innovation and Technology Exposition IPITEX 2026. Forum ini menjadi wadah global bagi para inovator dari berbagai negara untuk memamerkan temuan terbaik mereka.
Inovasi Proses Produksi Dorong Efisiensi dan Keberlanjutan
IPITEX 2026 diikuti oleh 883 inovasi dari 24 negara, termasuk Indonesia, Kanada, Jepang, Inggris, Korea Selatan, hingga Thailand sebagai tuan rumah. Partisipasi PT KPI Unit Balikpapan dalam forum tersebut memperkuat kehadiran Indonesia dalam peta inovasi energi dunia.
Inovasi yang dipresentasikan mengusung judul “Boosting Low Sulphur Diesel Output through New Fuel Formulation and Production Line Modifications at PT KPI RU V Balikpapan”. Inovasi ini dikembangkan untuk menjawab tantangan teknis pada komponen penyusun Avtur di kilang.
Melalui inovasi tersebut, tim PC Prove FOMO DEX melakukan reformulasi proses produksi yang sebelumnya menggunakan sistem Dual Stream, yakni Heavy Kerosene dan Diesel Stripper. Sistem tersebut kemudian disederhanakan menjadi Single Stream dengan hanya menggunakan Diesel Stripper.
Selain reformulasi alur produksi, inovasi ini juga didukung dengan penerapan dedicated line sebagai penunjang fasilitas produksi. Langkah tersebut memberikan fleksibilitas operasional sekaligus meningkatkan efisiensi proses secara keseluruhan.
Hasil dari inovasi ini menunjukkan dampak signifikan terhadap kinerja kilang. Produksi Pertadex dapat ditingkatkan tanpa mengorbankan komitmen produksi Avtur yang menjadi salah satu produk strategis nasional.
Efisiensi lainnya ditunjukkan melalui minimnya penggunaan Pertadex sebagai media flushing line. Selain itu, waktu produksi untuk mode Avtur dan Pertadex menjadi lebih cepat, sehingga meningkatkan keandalan suplai energi.
Secara bisnis, inovasi ini menghasilkan lifting sebesar 1.629 ribu barrel dan berkontribusi pada peningkatan profit perusahaan hingga 7,2 juta dolar Amerika Serikat pada tahun 2022. Capaian tersebut menegaskan bahwa inovasi teknis mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata.
Dari sisi operasional, inovasi ini juga berhasil mempercepat waktu produksi menjadi 7,8 hari dari sebelumnya 10,5 hari. Kualitas produk tetap terjaga sesuai standar World Wide Fuel Charter atau WWFC.
Aspek lingkungan turut menjadi perhatian utama dalam pengembangan inovasi ini. Implementasi proses baru tersebut mampu menekan emisi karbon hingga 1.399 ton CO2 per tahun, sejalan dengan komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan lingkungan.
Dengan diraihnya penghargaan di IPITEX 2026, PT KPI Unit Balikpapan semakin menegaskan posisinya sebagai kilang yang adaptif dan inovatif. Capaian ini tidak hanya memperkuat daya saing perusahaan, tetapi juga mengharumkan nama Indonesia di panggung inovasi energi global.
Ke depan, PT KPI Unit Balikpapan berkomitmen untuk terus mendorong lahirnya inovasi baru yang berdampak pada ketahanan energi nasional. Budaya inovasi yang tumbuh di lingkungan kilang diharapkan menjadi fondasi dalam menjawab tantangan industri energi yang semakin kompleks.
































