Logo Bloomberg Technoz

Di kelompok emiten tekstil lainnya, saham PT Argo Pantes Tbk (ARGO) menguat 13,17% ke posisi 1.375, disusul PT Trisula International Tbk (TRIS) yang naik 10,08% ke level 262. Saham PT Tifico Fiber Indonesia Tbk (TFCO) juga menguat 9,92% ke harga 665. Sementara itu, saham PT Asia Pacific Fibers Tbk (POLY) naik 8,16% ke level 53, dan PT Sunson Textile Manufacture Tbk (SSTM) menguat 5,11% ke posisi 3.290.

Wacana Pembentukan BUMN Tekstil 

Sebelumnya, CEO Danantara Rosan P. Roeslani menyampaikan bahwa rencana investasi di sektor tekstil masih berada pada tahap awal, dengan fokus utama pada pelaksanaan studi kelayakan (feasibility study) secara menyeluruh. Menurutnya, Danantara memiliki sejumlah kriteria dan parameter sebelum memutuskan masuk ke suatu sektor.

“Termasuk juga parameter yang kita masuk itu adalah lapangan pekerjaan. Kita terbuka untuk menerima investasi yang secara return mungkin lebih rendah dari parameter kita apabila penciptaan lapangan pekerjaan lebih tinggi,” ujar Rosan, Kamis (15/1/2026).

Rosan menilai sektor tekstil memiliki potensi besar dari sisi penciptaan lapangan kerja. Oleh karena itu, Danantara saat ini tengah mencermati berbagai sektor, termasuk sektor-sektor yang asetnya sedang tertekan.

“Mungkin tekstil kan salah satu yang dari segi pencapaian lapangan pekerjaan itu sangat besar,” katanya.

Meski demikian, Rosan belum merinci bentuk dukungan atau suntikan yang akan diberikan. Danantara masih mempertimbangkan berbagai opsi, baik melalui pembentukan badan usaha baru maupun dalam bentuk pembiayaan atau pinjaman. Menurutnya, keterlibatan Danantara juga akan bergantung pada keyakinan terhadap kemampuan restrukturisasi dan turnaround perusahaan.

“Selama kita yakin bahwa nanti kita bisa melakukan turn around perusahaan itu melalui restrukturisasi maksimal, tidak hanya dari permodalan tapi juga dari market, off-taker, dan lainnya, kita terbuka untuk itu,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan pemerintah akan menyiapkan pendanaan hingga Rp101 triliun untuk membentuk BUMN tekstil baru yang akan dijalankan oleh Danantara.

“Kita pernah mempunyai BUMN tekstil, dan ini akan dihidupkan kembali sehingga pendanaan US$6 miliar nanti akan disiapkan oleh Danantara,” ujar Airlangga, Rabu (14/1/2026).

Airlangga menjelaskan, rencana pembentukan BUMN tekstil merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto, seiring penyusunan roadmap penyelamatan industri tekstil nasional. Industri tekstil, produk tekstil, garmen, sepatu, hingga elektronik dinilai berada di garis depan dampak tarif dan tekanan global.

“Roadmap dibuat agar bagaimana meningkatkan ekspor kita dalam 10 tahun dan bagaimana pendalaman value chain industri tekstil,” kata Airlangga.

Ia menegaskan bahwa entitas yang akan dibentuk merupakan BUMN baru khusus sektor tekstil, bukan menghidupkan kembali perusahaan lama.

(dhf)

No more pages