Dia menjelaskan rencana ini didasari karena tingkat keinginan masyarakat di Probolinggo untuk menggunakan layanan Commuter Line mencapai 100%.
Stasiun Probolinggo juga dinilai memiliki potensi tertinggi karena lokasinya yang strategis di pusat kota, dekat dengan kawasan industri, perkantoran, sekolah, serta destinasi wisata. Potensi akuisisi pengguna di Stasiun Probolinggo diprediksi mencapai 304 orang per hari.
Dari sisi prasarana, Stasiun Probolinggo saat ini memiliki 4 jalur pelayanan dan 2 jalur stabling. Beberapa perbaikan fasilitas penunjang juga akan direncanakan untuk dilakukan, seperti penambahan kanopi area peron, perluasan ruang tunggu pengguna, serta penambahan petugas operasional seperti petugas loket, pengamanan, dan kebersihan untuk memastikan pelayanan prima bagi pengguna.
Terlebih saat ini rata-rata volume pengguna Commuter Line Supas sebanyak 4.417 orang per hari dan 130 -140 ribu orang per bulan. Perpanjangan Commuter Line Supas menuju Kota Probolinggo diharapkan akan mendongkrak okupansi layanan kereta ini.
“KAI Commuter berharap perpanjangan layanan Commuter Line dan perluasan jangkauan ini dapat segera terwujud guna memberikan solusi transportasi publik yang lebih efisien dan terintegrasi bagi masyarakat Jawa Timur,” tutur Karina.
Dukungan Subsidi PSO
Secara terpisah, Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan mengungkapkan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pihak KAI Commuter selaku operator untuk segera memenuhi kelengkapan pelayanan penumpang yang dibutuhkan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
“Kami akan pantau secara langsung di lapangan terkait progress pemenuhan kelengkapan sesuai peraturan yang berlaku di stasiun-stasiun yang akan melayani KA Commuter ini, dan jika sudah terpenuhi seluruhnya maka kami akan mendorong pihak operator untuk segera mengajukan izin operasi,” kata Arif.
Guna memastikan tarif tetap terjangkau bagi masyarakat, DJKA akan mengucurkan subsidi PSO pada layanan KA Commuter ini. Di samping itu, DJKA bersama dengan KAI Commuter juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Probolinggo guna mewujudkan integrasi transportasi lokal sebagai transportasi lanjutan menuju pusat kota dan kawasan wisata.
(mfd/del)































