Logo Bloomberg Technoz

Kabar terbaru yang mendongkrak harga emas adalah aksi borong di China. Bloomberg News mengabarkan, pada Desember 2025 nilai transaksi kontrak futures untuk enam logam utama (termasuk emas dan perak) mencapai CNY 37,1 triliun. Meroket lebih dari 260% secara tahunan (year-on-year/yoy).

“Kami melihat ada alokasi signifikan ke komoditas. Sejumlah investor memperkirakan harga komoditas akan naik seiring kenaikan di pasar saham,” kata Jia Zheng, Head of Trading di Shanghai Jiuying Investment Management Co.

Sumber: Bloomberg

Analisis Teknikal

Jadi bagaimana prediksi gerak harga emas untuk hari ini? Berapa saja target yang perlu dicermati pelaku pasar?

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas masih mantap di zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 70.

RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish. Namun hati-hati, karena RSI di angka 70 adalah ambang batas jenuh beli (overbought).

Hawa overbought terkonfirmasi dengan indikator Stochastic RSI yang sudah menyentuh 100. Paling tinggi, sangat jenuh beli.

Untuk perdagangan hari ini, harga emas sepertinya akan terkoreksi. Apalagi pivot point US$ 4.619/troy ons sudah terlewati.

Target support terdekat adalah US$ 4.585/troy ons yang merupakan Moving Average (MA) 5. Support lanjutan ada di MA-10 yaitu US$ 4.513/troy ons.

Namun jika harga emas ternyata bisa naik lagi, maka target resisten terdekat adalah US$ 4.620/troy ons. Dari sini, harga emas berpotensi menguji rentang US$ 4.636-4.652/troy ons.

Target paling optimistis atau resisten terjauh adalah US$ 4.686/troy ons.

(aji)

No more pages