"Artinya, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 35%. Inflasi tetap terkendali," jelasnya.
Airlangga mencatat, tingkat inflasi pada Desember berada di level 2,92%, sementara pasar keuangan domestik menunjukkan kinerja positif.
Indeks harga saham gabungan (IHSG) bahkan sempat mencetak rekor tertinggi dengan menyentuh level 9.000, disertai dengan nilai tukar rupiah yang relatif stabil.
Dari sisi sektor riil, aktivitas manufaktur Indonesia masih berada dalam fase ekspansi. Indeks Manajer Pembelian (PMI) manufaktur tercatat di level 51,2, sementara Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) meningkat menjadi 123,5.
Selain itu, fundamental eksternal Indonesia dinilai tetap kuat. Neraca perdagangan mencatat surplus selama 67 bulan berturut-turut, dengan cadangan devisa berada di level tinggi sebesar US$156,1 miliar.
Sementara, pertumbuhan kredit perbankan masih positif, mendekati 8%, sementara realisasi investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI) tercatat mencapai Rp1.434 triliun hingga September.
Airlangga memperkirakan angka tersebut dapat meningkat hingga sekitar Rp1.900 triliun pada akhir tahun.
(prc/naw)


























