Logo Bloomberg Technoz

Logam mulia mengawali tahun ini dengan kuat, melanjutkan reli dramatis pada 2025, dengan prospek dakwaan pidana terhadap Ketua Federal Reserve Jerome Powell yang kembali memicu kekhawatiran mengenai independensi otoritas moneter.

Para bankir sentral di seluruh dunia menyatakan dukungan terhadap Powell, dan Chief Executive Officer JPMorgan Chase & Co., Jamie Dimon, mengatakan langkah tersebut bisa berbalik merugikan.

Permintaan aset lindung nilai juga terdorong oleh penangkapan pemimpin Venezuela oleh Presiden AS Donald Trump, ancaman terbarunya untuk mengambil alih Greenland, serta protes kekerasan di Iran yang berpotensi menggulingkan rezim Islam di negara tersebut.

Citigroup Inc. menaikkan proyeksi tiga bulan untuk emas dan perak masing-masing menjadi US$5.000 per ons dan US$100 per ons.

Perak diuntungkan oleh rotasi yang lebih luas ke komoditas, kata Hao Hong, Chief Investment Officer di Lotus Asset Management Ltd. Reli ini terlihat “masih memiliki ruang yang sangat besar untuk berlanjut tahun ini, dengan harga berpotensi mencapai US$150 per ons pada akhir tahun,” ujarnya.

Logam putih tersebut mengungguli emas tahun lalu, dengan lonjakan 150% berkat short squeeze pada Oktober, ketatnya pasokan yang berkepanjangan di London, serta maraknya pembelian spekulatif.

Para pedagang juga menunggu hasil investigasi Section 232 AS, yang dapat berujung pada tarif impor perak.

“Kekhawatiran tentang penambahan tarif pada perak telah menyebabkan sejumlah besar perak tertahan di AS, sehingga membatasi aliran ke pasar global,” kata Liu Shiyao, analis di Zijin Tianfeng Futures Co. Ltd.

Kenaikan terbaru pada logam mulia menegaskan betapa kuatnya arus investasi, dengan minat spekulatif melonjak dari Shanghai hingga New York. Volume perdagangan di Comex dan Shanghai Futures Exchange tetap berada pada level tinggi sejak akhir Desember.

Perak melonjak 4,6% menjadi US$90,9590 per ons pada pukul 12:31 siang waktu Singapura. Emas naik 0,9% menjadi US$6.626,43, mendekati rekor tertinggi sepanjang masa US$4.634,55 yang dicapai pada Selasa.

Platinum dan paladium masing-masing melonjak lebih dari 4%, sementara Bloomberg Dollar Spot Index relatif stabil.

Permintaan emas dan perak sebagai lindung nilai terhadap inflasi atau ketidakstabilan keuangan diperkirakan berlanjut tahun ini, meskipun kenaikannya kemungkinan tidak sekuat pada 2025, kata David Chao, ahli strategi pasar global di Invesco Asset Management.

“Emas kemungkinan akan mengungguli perak tahun ini, seiring meningkatnya ketidakpastian geopolitik.”

(bbn)

No more pages