Logo Bloomberg Technoz

Prabowo ke Siswa Sekolah Rakyat: Hormati Orang Tuamu Meski Miskin

Dovana Hasiana
12 January 2026 15:50

Orang tua mengantarkan anaknya di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) Sentra Handayani, Jakarta, Senin (14/7/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean K)
Orang tua mengantarkan anaknya di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) Sentra Handayani, Jakarta, Senin (14/7/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean K)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto meminta murid yang bersekolah di Sekolah Rakyat untuk selalu menghormati orang tuanya meskipun mereka berada dalam kondisi yang tidak mampu atau miskin.

Hal ini disampaikan Prabowo saat meresmikan 166 Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia yang secara seremonial dilakukan di Balai Besar Pendidikan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS), Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan.

“Anak-anakku, jangan kau kecil hati, jangan kau malu orang tuamu hanya buruh atau hanya petani miskin atau hanya tukang pemulung jangan kau malu. Mereka mulia, mereka kerja keras, halal bekerja dengan keringat untuk masa depanmu, jangan pernah kecil hati,” ujar Prabowo, Senin (12/1/2026).

“Hormati orang tuamu, kalau perlu kau pulang sungkem cium kaki orang tuamu. Jangan pernah kau malu mereka lebih mulia dari orang-orang pintar tapi koruptor. Koruptor yang berkhianat kepada negara dan bangsa. Saya lebih hormat sama pemulung, saya lebih hormat dengan tukang becak yang kerja dengan keringat daripada mereka yang pintar-pintar tapi mencuri uang rakyat, saya lebih hormat.”

Dalam kesempatan itu, Prabowo mengakui bahwa pemerintah memiliki andil di balik masyarakat yang belum mampu. Dengan demikian, pemerintah telah berjuang untuk agar semua kekayaan negara bisa dimanfaatkan dan dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan saat ini, 166 Sekolah Rakyat menampung 15.954 siswa; 2.218 guru; dan 4.889 tenaga kependidikan. Dia mengatakan anak-anak yang masuk Sekolah Rakyat berasal dari keluarga dengan kondisi yang sangat rentan. 60% orang tua mereka bekerja sebagai buruh; buruh harian lepas; kuli bangunan; buruh tani; buruh nelayan, tukang ojek; pemulung, dan lain sebagainya. 

"Mereka umumnya berpenghasilan tidak tetap dan 67% berpenghasilan di bawah Rp1 juta per bulan. 65% memiliki tanggungan keluarga di atas 4 orang. 454 siswa Sekolah Rakyat berasal dari mereka yang tidak atau belum pernah mengenyam bangku pendidikan. 298 siswa Sekolah Rakyat sebelumnya mengalami putus sekolah atau tidak lulus sekolah. Sebagian dari mereka bahkan sudah bekerja di usia yang sangat muda," ujar Saifullah.