Logo Bloomberg Technoz

Menurut laporan Wall Street Journal yang mengutip dua eksportir di China, Beijing mulai membatasi ekspor logam tanah jarang dan magnet tanah jarang ke Jepang.

Kihara juga menyatakan bahwa ekspor pangan Jepang ke China seharusnya dapat berjalan lancar, setelah media lokal melaporkan otoritas bea cukai China menunda pengiriman produk Jepang, termasuk sake dan sejumlah bahan pangan.

Pernyataan Kihara disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan antara dua ekonomi terbesar di Asia tersebut, yang memperpanjang sengketa sejak awal November.

Saat itu, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi melontarkan pernyataan yang mengisyaratkan Jepang dapat mengerahkan kekuatan militernya jika China menggunakan kekerasan untuk merebut Taiwan.

Awal pekan ini, China mengumumkan pengendalian ekspor baru terhadap barang-barang dwiguna yang dinilai dapat meningkatkan kemampuan militer Jepang, serta meluncurkan penyelidikan antidumping terhadap produksi Jepang atas material penting dalam pembuatan cip. Jepang juga telah melayangkan protes atas pengerahan kapal pengeboran bergerak milik China di Laut China Timur.

Takaichi dijadwalkan bertemu dengan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung pada Selasa dan Rabu di prefektur asal perdana menteri tersebut, sebelum Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni berkunjung ke Jepang pada 15 hingga 17 Januari.

"Pentingnya hubungan Jepang–Korea Selatan serta kerja sama Jepang–Korea Selatan–Amerika Serikat telah meningkat secara signifikan," ujar Kihara.

"Kedua pemerintah telah sepakat untuk menjalin komunikasi yang erat, termasuk diplomasi shuttle, guna memastikan perkembangan hubungan Jepang–Korea Selatan yang stabil dan berorientasi ke depan. Kami berharap kunjungan ini menjadi momentum penting untuk tujuan tersebut."

(bbn)

No more pages