Begitu juga sebaliknya bila keseimbangan negatif, maka itu berarti total pendapatan negara lebih kecil bila dibanding belanja negara di luar pembayaran bunga utang. Keseimbangan primer surplus berarti utang lama tak perlu dibayar dengan penarikan utang baru. Dalam istilah sehari-hari, pemerintah tak gali lubang untuk tutup lubang.
Sepanjang 2025, pemerintah mengalami defisit APBN sampai Desember 2025 mencapai Rp695,1 triliun atau 2,92% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini nyaris berada di titik batas defisit 3% terhadap PDB seperti yang diatur undang-undang.
Angka tersebut bahkan jauh lebih tinggi dibanding realisasi defisit APBN sepanjang 2024 yang sebesar Rp509,1 triliun atau 2,3% terhadap PDB. Di luar pandemi Covid-19, ini merupakan defisit APBN tertinggi sejak 2005.
Menurut Purbaya, ini merupakan wujud komitmen pemerintah untuk menjaga ekonomi tetap tumbuh berkesinambungan tanpa membahayakan APBN.
"Kami pastikan jaga bahwa defisit tidak di atas 3% terhadap PDB," papar Purbaya.
Defisit timbul karena adanya fenomena realisasi belanja yang lebih tinggi ketimbang penerimaan. Dalam hal ini, Kementerian Keuangan melaporkan realisasi penerimaan negara sepanjang 2025 tercatat hanya Rp2.756 triliun.
Angka tersebut merosot Rp94 triliun atau 3,2% dibanding realisasi pendapatan negara pada setahun penuh 2024 yang sebesar Rp2.850 triliun. Angka realisasi tersebut juga tak mencapai target pemerintah, tepatnya hanya 91,7% dari target sampai Desember 2025 yang sebesar Rp2.865 triliun.
Di sisi lain, realisasi belanja negara sepanjang 2025 tercatat Rp3.451 triliun atau justru melonjak Rp92 triliun atau 2,7% dibanding realisasi belanja tahun 2024 yang sebesar Rp3.359 triliun. Kendati demikian, angka realisasi belanja 2025 tercatat 95,3% dari target yang sebesar Rp3.527 triliun.
Dengan demikian, pembiayaan anggaran negara tercatat tembus Rp744 triliun atau 120% dari target yang sebesar Rp662 triliun. Angka ini juga lebih besar dibanding realisasi utang pada periode yang sama tahun lalu, yang tercatat hanya Rp554,8 triliun.
(lav)





























