Logo Bloomberg Technoz

Langkah Trump dinilai sejalan dengan kebijakan domestiknya, di mana lembaga-lembaga regulator merevisi aturan yang sebelumnya memperketat pengendalian polusi akibat produksi dan konsumsi bahan bakar fosil. Kalangan pemerhati lingkungan memperingatkan, keluarnya AS dari forum-forum tersebut akan membuat negara itu tersisih dari pengambilan keputusan penting terkait penanganan pemanasan global.

“Tidak hanya kontraproduktif membiarkan negara lain menetapkan aturan global untuk transisi energi bersih yang tak terelakkan, tetapi juga berarti melewatkan triliunan dolar investasi, lapangan kerja, biaya energi yang lebih rendah, serta pasar baru bagi teknologi energi bersih Amerika,” kata Presiden Natural Resources Defense Council, Manish Bapna.

Seorang juru bicara PBB menyatakan organisasi tersebut belum akan memberikan komentar sebelum memperoleh rincian lebih lanjut.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan organisasi-organisasi tersebut bekerja untuk melemahkan kedaulatan Amerika Serikat.

“Tidak bisa lagi diterima jika kita terus mengirimkan 'darah, keringat, dan harta' rakyat Amerika ke institusi-institusi ini tanpa hasil yang nyata,” tegas Rubio dalam siaran persnya. “Hari-hari di mana miliaran dolar uang pembayar pajak mengalir ke kepentingan asing dengan mengorbankan rakyat kita telah berakhir.”

Meskipun Gedung Putih belum merinci total nilai finansial dari penarikan diri ini, keputusan tersebut diambil hanya berselang sepekan setelah PBB menyetujui pemotongan anggaran sebesar 7%. PBB saat ini tengah berjuang menghadapi krisis keuangan hebat, yang sebagian besar dipicu oleh penolakan AS untuk membayar kewajibannya.

Pengurangan anggaran PBB tersebut mencakup penghapusan 2.900 posisi jabatan sebagai upaya efisiensi. Tahun lalu, saking parahnya krisis biaya, organisasi tersebut bahkan mengumumkan berhenti menyediakan tisu toilet kertas di toilet markas besarnya di New York.

(bbn)

No more pages