Logo Bloomberg Technoz

B50 dan Impor Solar

Pada kesempatan tersebut, Bahlil juga kembali menggarisbawahi pemerintah akan tetap mengupayakan implementasi mandatori B50 pada 2026 atau tahun ini.

“Untuk biodiesel B50, sudah dalam uji coba akan selesai semester I-2026. Pada semester kedua, kita akan lihat. Kalau berhasil, kita akan canangkan untuk ke B50,” tegasnya.

“Dengan demikian, kalau B50 kita pakai dan RDMP insyallah yang akan kita resmikan dalam waktu dekat sudah terjadi, maka kita tidak akan melakukan impor solar lagi pada 2026.”

Adapun, menurut Bahlil, jenis solar yang akan distop a.l. tipe dengan angka setana atau cetane number (CN) 48 yang biasa digunakan untuk mobil dan kendaraan fasilitas umum.

Sementara itu, untuk tipe CN 51 yang merupakan solar berkualitas tinggi—yang biasa digunakan untuk alat berat pertambangan seperti di PT Freeport Indonesia (PFTI) — masih bisa diimpor karena belum banyak diproduksi di dalam negeri.

“Kita sampai hari ini belum cukup untuk kita produksi yang di Solar 52. Solar 51 kita masih ada opsi impor dari luar karena industri dalam negeri belum cukup,” terangnya. 

Selain biodiesel, Bahlil juga menyinggung rencana program bioetanol yang tengah dimatangkan pemerintah.

Roadmap-nya lagi dibuat, tetapi saya pastikan paling lambat 2028 sudah ada mandatori. Mungkin 2027—2028. Roadmap-nya sebentar lagi akan selesai,” tuturnya.

(wdh)

No more pages