Untuk pergerakan jangka pendek, IHSG diperkirakan bergerak pada area support 8.850-8.900 dan resistance 8.970-9.000, dengan level pivot di 8.900.
Dari dalam negeri, sentimen positif berpotensi datang dari kebijakan pemerintah yang berencana memangkas target produksi mineral dan batu bara dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026.
“Langkah ini ditempuh untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan, sehingga diharapkan dapat membantu pemulihan harga mineral dan batu bara yang sebelumnya tertekan akibat kelebihan pasokan. Kebijakan tersebut diperkirakan berdampak positif bagi saham-saham terkait sektor komoditas,” ujar tim riset Phintraco.
Selain itu, Presiden Prabowo Subianto pada 7 Januari 2026 mengumumkan bahwa Indonesia berhasil mencapai swasembada beras dalam waktu satu tahun. Pemerintah juga berencana merealisasikan swasembada untuk komoditas pangan lainnya secara bertahap setiap tahun, sejalan dengan agenda ketahanan pangan yang menjadi prioritas pemerintahan.
Pelaku pasar juga menantikan rilis sejumlah data ekonomi. Dari dalam negeri, investor mencermati data cadangan devisa Indonesia untuk periode Desember 2025 yang dijadwalkan dirilis pada 8 Januari 2026.
Dari kawasan Asia, Jepang akan merilis data consumer confidence Desember 2025 yang diperkirakan meningkat ke level 38,1 dari 37,5 pada November. Sementara dari Eropa, sejumlah indikator ekonomi utama seperti economic sentiment, tingkat pengangguran, dan consumer confidence dijadwalkan rilis pada hari yang sama.
Dalam riset tersebut, Phintraco Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham pilihan untuk perdagangan 8 Januari 2026, yakni AADI, ADRO, JSMR, BUKA, dan PGEO.
(dhf)































