Melesat tingginya IHSG sampai dengan ATH merupakan efek secara langsung dari kenaikan sejumlah saham Big Caps.
Berikut diantaranya berdasarkan data Bloomberg, Rabu (7/1/2026).
- Dian Swastatika Sentosa (DSSA) menyumbang 17,4 poin
- Aneka Tambang (ANTM) menyumbang 7,55 poin
- Amman Mineral Internasional (AMMN) menyumbang 6,85 poin
- Astra International (ASII) menyumbang 5,13 poin
- MNC Tourism Indonesia (KPIG) menyumbang 4,27 poin
- Bank Sinarmas (BSIM) menyumbang 3,68 poin
- RMK Energy (RMKE) menyumbang 3,43 poin
- Sinar Mas Multiartha (SMMA) menyumbang 3,43 poin
- Vale Indonesia (INCO) menyumbang 3,39 poin
- Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menyumbang 3,15 poin
Saham–saham unggulan LQ45 yang juga melesat pada teritori positif antara lain, saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) menguat 7,77%, saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) terbang 7,69%. Saham PT XLSmart Tbk (EXCL) terbang 5,26%, dan juga saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) melejit 3,89%.
Menyusul rekan–rekan, saham PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) melesat 3,11%, saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Corp Tbk (INKP) terapresiasi 2,88%. Senada, saham PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) menguat 2,77%, dan saham PT Pertamina Gas Negara Tbk (PGAS) meninggi 2,37%.
Arah Teknikal IHSG Selanjutnya
Menyitir riset Phintraco Sekuritas, IHSG ditutup menguat di level 8.944,81 pada perdagangan Rabu, setelah sempat mencapai level intraday tertinggi baru di 8.970,86.
Secara teknikal, histogram positif MACD berlanjut menguat. Namun momentum beli mulai melemah dan Stochastic RSI berada di area overbought.
“Sehingga perlu diwaspadai potensi terjadinya aksi profit taking, terutama jika ketegangan geopolitik global berbalik memanas. IHSG diperkirakan bergerak di area support 8.850 – 8.900 dan resistance di 8.970 – 9.000,” papar Phintraco, Rabu.
Adapun melansir riset Panin Sekuritas, Stochastic IHSG death cross di area overbought. Jika lanjut melemah di bawah MA–5 pada level 8.847, maka ada kemungkinan melanjutkan pelemahan menuju support MA–20 pada level 8.693 sampai dengan Lower Parallel Channel 8.600.
“Area ini diharapkan mampu menopang pergerakan IHSG, untuk kemudian rebound dan melanjutkan trend bullish menuju resistance 9.000,” analisis Panin.
(fad/ain)

























