Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan bakal membongkar sisa tiang monorel di sejumlah titik di wilayah Jakarta. Langkah ini diambil setelah ADHI disebut mengabaikan perintah Pemprov DKI.
Pramono menjelaskan Pemprov DKI Jakarta telah menyurati Adhi Karya pada November lalu agar segera membongkar tiang monorel tersebut. Namun, perusahaan pelat merah BUMN itu tak kunjung memberikan jawaban sementara Pemprov DKI Jakarta juga telah memberikan batas waktu pembongkaran selama satu bulan.
“Kenapa tidak dilakukan oleh Adhi Karya? Adhi Karya sudah kami surati dan batas waktunya sudah lewat, kami akan melakukan sendiri,” tegasnya.
Dalam mengeksekusi pembongkaran monorel tersebut, Pemprov DKI Jakarta mengucurkan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) sebesar Rp100 miliar untuk membongkar 98 tiang monorel yang mangkrak di Jalan HR Rasuna Said.
Pembersihan tiang monorel itu akan dieksekusi pekan depan atau lebih cepat dari perencanaan yang seharusnya pada pekan ketiga Januari 2026.
“Totalnya semua sekitar Rp100 [miliar]. Menggunakan APBD,” kata Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo kepada awak media di Balai Kota Jakarta, Rabu (7/1/2026).
Heru memastikan pembongkaran tersebut akan dilaksanakan pada Rabu pekan depan sesuai arahan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Menurutnya, segala peraturan telah dipenuhi sehingga pembersihan tiang tersebut sudah bisa dieksekusi.
Nantinya, kata dia, pasukan kuning Dinas Bina Marga DKI Jakarta akan mengeksekusi 98 tiang tersebut di sepanjang Jalan HR Rasuna Said. Pemprov DKI Jakarta bakal fokus membongkar tiang monorel yang ada di jalan tersebut sebelum merapikan tiang monorel yang ada di Jalan Asia Afrika.
Heru menjelaskan APBD sebesar Rp100 miliar itu menyatu dengan anggaran penataan trotoar di Jalan HR Rasuna Said. Nantinya, Pemprov DKI Jakarta bakal menggabungkan dua ruas jalur di sisi timur menjadi satu jalur seperti halnya di sisi barat.
“Kita hanya menata Jalan Rasuna Said saja, sepanjang 3,5 kilometer. Anggaran pembongkaran ini jadi satu dengan penataan jalan dan trotoarnya, ya detailnya saya enggak pegang ya,” jelas Heru.
(ain)





























