Logo Bloomberg Technoz

BRI Raih Sertifikasi TMMi Level 3, Perkuat Mutu Digital


(Dok. BRI)
(Dok. BRI)

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali menorehkan pencapaian strategis dalam agenda transformasi digitalnya. Kali ini, BRI berhasil meraih sertifikasi Test Maturity Model Integration atau TMMi Level 3, sekaligus mencatatkan diri sebagai perusahaan pertama di Indonesia yang memperoleh pengakuan internasional tersebut. Capaian ini menegaskan posisi BRI sebagai institusi perbankan nasional yang serius membangun fondasi teknologi informasi berkelas global.

TMMi merupakan standar global yang digunakan untuk mengukur tingkat kematangan proses pengujian sistem dalam suatu organisasi. Standar ini mencakup berbagai aspek penting, mulai dari kerangka kerja pengujian, konsistensi proses, hingga efektivitas aktivitas quality assurance. Dengan diraihnya TMMi Level 3, BRI dinilai telah memiliki proses pengujian yang terdefinisi dengan baik, terdokumentasi, serta diterapkan secara konsisten di seluruh lini pengembangan aplikasi.

Direktur Teknologi Informasi BRI Saladin Dharma Nugraha Effendi menegaskan bahwa pencapaian tersebut bukan sekadar pengakuan teknis, melainkan bagian dari langkah strategis jangka panjang perusahaan. Sertifikasi ini menjadi fondasi penting dalam memastikan kualitas sistem aplikasi BRI yang berorientasi pada kepuasan dan kenyamanan nasabah.

“Sebagai bagian dari inisiatif transformasi BRIvolution Reignite, BRI secara konsisten mengimplementasikan prinsip Reliability, Availability, Scalability and Security (RASS) sebagai standar operasional untuk menjaga stabilitas serta keamanan berbagai layanan digital,” ujarnya.

Penerapan prinsip RASS tersebut menjadi kerangka utama BRI dalam mengelola layanan digital yang semakin kompleks. Dengan jutaan transaksi yang terjadi setiap hari, stabilitas dan keamanan sistem menjadi kebutuhan mutlak. Oleh karena itu, proses pengujian sistem aplikasi tidak hanya dilakukan sebagai formalitas, tetapi menjadi bagian integral dari tata kelola teknologi informasi di BRI.

Keberhasilan meraih TMMi Level 3 juga mencakup penerapan dua metodologi Software Development Life Cycle atau SDLC, yakni V-model dan Agile. Kedua metodologi tersebut dinilai mampu memberikan struktur pengujian yang komprehensif, mulai dari tahap perencanaan hingga implementasi sistem. Melalui pendekatan ini, BRI memastikan setiap aplikasi diuji secara menyeluruh sebelum digunakan oleh nasabah.

Standar Global untuk Pengujian Sistem Aplikasi

(Dok. BRI)

Selain sertifikasi TMMi Level 3, BRI juga berhasil mempertahankan resertifikasi ISO 29119. Standar internasional ini menjadi acuan global dalam proses pengujian sistem aplikasi, khususnya dalam memastikan kualitas, efisiensi, dan keamanan sistem teknologi informasi. Kombinasi antara TMMi dan ISO 29119 memperkuat kerangka kerja quality assurance yang diterapkan BRI.

“Keberhasilan tersebut ini semakin diperkuat dengan suksesnya resertifikasi ISO 29119, standar internasional untuk proses pengujian sistem aplikasi. Dengan kerangka kerja yang semakin matang, BRI dapat memastikan setiap sistem aplikasi diuji secara menyeluruh sehingga aman, efisien dan siap memberikan pengalaman terbaik bagi pengguna” katanya.

Menurut Saladin, sertifikasi ini mencerminkan peningkatan signifikan dalam tata kelola pengujian sistem di lingkungan BRI. Proses yang sebelumnya mungkin berjalan secara parsial, kini terintegrasi dalam satu kerangka kerja yang baku dan terstandarisasi. Hal ini memberikan jaminan bahwa setiap sistem aplikasi yang digunakan nasabah telah melalui proses pengujian yang ketat.

“Dengan kerangka kerja yang semakin matang, kami dapat menghasilkan sistem aplikasi yang lebih stabil dan berkualitas, sehingga mendukung tercapainya customer excellence secara berkelanjutan,” ujarnya.

Penerapan quality assurance melalui pendekatan V-model dan Agile juga memungkinkan BRI untuk beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan kebutuhan bisnis. Di satu sisi, V-model memberikan struktur pengujian yang sistematis. Di sisi lain, Agile menghadirkan fleksibilitas dan kecepatan dalam pengembangan aplikasi digital. Kombinasi keduanya menghasilkan proses pengujian yang tidak hanya kuat secara teknis, tetapi juga relevan dengan dinamika industri perbankan.

Dari perspektif nasabah, capaian ini berdampak langsung pada kualitas layanan digital yang diterima. Aplikasi yang lebih stabil, minim gangguan, serta memiliki tingkat keamanan tinggi menjadi nilai tambah yang dirasakan dalam aktivitas perbankan sehari-hari. Dengan semakin tingginya ketergantungan masyarakat pada layanan digital, kualitas sistem menjadi faktor penentu kepercayaan nasabah.

Lebih jauh, sertifikasi TMMi Level 3 menjadi momentum penting bagi BRI untuk terus meningkatkan standar internal di bidang teknologi informasi. Pencapaian ini bukan titik akhir, melainkan pijakan untuk melangkah ke tingkat kematangan yang lebih tinggi. BRI menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dan menghadirkan layanan digital yang semakin andal.

Melalui capaian TMMi Level 3 dan keberhasilan resertifikasi ISO 29119, BRI menunjukkan keseriusannya dalam membangun ekosistem digital yang berkelanjutan. Upaya ini sejalan dengan visi perusahaan untuk menjadi bank yang tangguh secara teknologi dan unggul dalam memberikan pengalaman terbaik bagi nasabah.

Ke depan, penguatan kualitas proses pengujian sistem aplikasi akan menjadi salah satu kunci BRI dalam menghadapi persaingan industri perbankan yang semakin ketat. Dengan fondasi teknologi yang kuat dan teruji secara global, BRI optimistis dapat terus memperluas layanan digitalnya, sekaligus menjaga kepercayaan jutaan nasabah di seluruh Indonesia.