Logo Bloomberg Technoz

Di sisi domestik, rilis data ekonomi pada awal pekan ini belum kuat untuk menjadi penopang rupiah. Data inflasi Desember 2,92% menunjukkan tekanan harga yang meningkat, dengan inflasi naik ke level tertinggi hampir dua tahun terakhir. 

Meski demikian, inflasi masih berada dalam rentang target Bank Indonesia, sehingga belum memunculkan urgensi pengetatan kebijakan moneter sejalan dengan ekspektasi pasar. 

Ke depan, pergerakan rupiah masih akan sangat ditentukan oleh stabilisasi sentimen global dan respons kebijakan domestik. Selama dolar AS bertahan kuat dan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter domestik masih terbuka, rupiah berisiko tetap bergerak defensif. Awal 2026 pun menjadi fase uji ketahanan bagi rupiah, di mana tekanan eksternal dan domestik masih saling memperkuat, sedangkan katalis positif belum terlihat.

(riset/aji)

No more pages