Logo Bloomberg Technoz

Kemarin, Institute for Supply Management (ISM) melaporkan aktivitas manufaktur Negeri Paman Sam yang diukur dengan Purchasing Managers’ Index (PMI) untuk periode Desember 2025 sebesar 47,9. Turun dibandingkan bulan sebelumnya yaitu 48,2.

PMI di bawah 50 menandakan aktivitas yang berada di zona kontraksi, bukan ekspansi. Aktivitas manufaktur AS mengalami kontraksi selama 10 bulan beruntun. Skor PMI manufaktur pada Desember 2025 juga menjadi yang terendah sejak Oktober 2024 atau lebih dari setahun.

Data ini memberi gambaran bahwa sepertinya pasar tenaga kerja AS belum terlampau solid. Artinya, ada peluang bank sentral Federal Reserve melonggarkan kebijakan moneter dengan penurunan suku bunga acuan.

Mengutip CME FedWatch, kemungkinan Federal Funds Rate turun 25 basis poin (bps) menjadi 3,25-3,5% dalam rapat bulan ini memang masih 17,2%. Namun ini sudah lebih tinggi ketimbang posisi seminggu lalu yaitu 16,6%.

Meningkatnya harapan bahwa The Fed bakal menurunkan suku bunga acuan menjadi sentimen positif bagi emas. Sebab, emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas akan terasa lebih menguntungkan saat suku bunga turun.

Harga Emas di Pasar Spot (Sumber: Bloomberg)

Analisis Teknikal

Lantas bagaimana prediksi harga emas untuk hari ini, Rabu (7/1/2026)? Apakah masih kuat menanjak atau malah terdepak?

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas nyaman di zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 64. RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish.

Sementara indikator Stochastic RSI 14 hari ada di 44. Menghuni area jual (short) meski tidak terlalu kuat.

Untuk perdagangan hari ini, harga emas sepertinya berisiko turun. Maklum, kenaikannya sudah begitu tinggi. Tentu akan tiba saatnya investor ‘gatal’ untuk mencairkan keuntungan.

Cermati pivot point di US$ 4.474/troy ons. Dari sini, harga emas bisa saja menguji support US$ 4.423/troy ons yang merupakan Moving Average (MA) 5.

Target support lanjutan adalah MA-10 di US$ 4.413/troy ons. Sedangkan target paling pesimistis atau support terjauh ada di US$ 4.375/troy ons.

Namun apabila harga emas masih bisa naik lagi, maka US$ 4.502/troy ons berpeluang menjadi target resisten terdekat. Target kenaikan berikutnya ada di rentang US$ 4.519-4.533/troy ons.

Target paling optimistis atau resisten terjauh adalah US$ 4.602/troy ons.

(aji)

No more pages