Dikabarkansebelumnya, Meutya sempat mengeklaim progres pemulihan jaringan telekomunikasi di wilayah terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Pulau Sumatera sudah melampaui 95%.
Meski demikian, terdapat sejumlah titik di Aceh, salah satu provinsi terdampak banjir-longsor, seperti Kabupaten Bener Meriah, Kabupaten Aceh Tamiang, dan Kabupaten Gayo Lues jaringannya masih bergantung pada pasokan listrik dan berada di kisaran 60-80%.
“Pemulihan jaringan tergantung ketersediaan pasokan listrik. Kami terus memantau titik-titik tersebut untuk mempercepat pemulihannya,” kata Meutya dalam keterangan tertulis, dikutip Selasa (30/12/2025).
Dia mengatakan pemulihan juga difokuskan pada kebutuhan warga yang paling mendasar. Pihaknya pun menyatakan bakal terus mengawal pemulihan konektivitas untuk memastikan warga tetap memperoleh informasi darurat, layanan publik berjalan, dan komunikasi keluarga tak terputus.
Tak hanya itu, Pemerintah RI juga mengeklaim akses komunikasi warga tengah berangsur pulih, sejalan dengan jaringan telekomunikasi yang kembali aktif. Serta, kini warga dapat mengabarkan keluarganya, mengakses informasi, dan mengurus kebutuhan dasar.
(wep)































