Logo Bloomberg Technoz

Harga logam ini yang dihargai karena beragam aplikasi industrinya melonjak tiga kali lipat tahun lalu ketika permintaan investor bertabrakan dengan pasokan yang terbatas.

Pada Oktober, perak yang diperdagangkan di kisaran US$50 per ons setara dengan lebih dari 17% harga modul surya per watt, naik dari 12% dua bulan sebelumnya dan 3% pada 2023, menurut BloombergNEF. Akhir bulan lalu, harga perak menembus US$84 per ons.

Bebas Perak

Produsen surya China lain yang menempuh pendekatan serupa termasuk Jinko Solar Co., yang pada Desember mengatakan dapat mencapai output panel skala besar tahun ini dengan menggunakan logam dasar seperti tembaga.

Shanghai Aiko Solar Energy Co., pesaing yang lebih kecil, telah meluncurkan produksi sel surya bebas perak, dengan kapasitas awal 6,5 gigawatt.

Berbeda dengan sebagian besar pesaingnya, Longi memproduksi sel surya back-contact (BC), yang menghasilkan daya lebih besar dari jumlah sinar matahari yang sama.

Meski pangsa pasarnya lebih kecil dibandingkan teknologi TOPCon yang lebih umum, penggantian perak dengan logam dasar lebih mudah dilakukan pada sel BC, kata Longi pada Mei.

Namun, kemajuan berjalan lambat karena penggunaan material alternatif seperti tembaga dapat menyebabkan biaya perakitan yang lebih tinggi serta kekhawatiran lebih besar terhadap keandalan, menurut BNEF.

Sel TOPCon khususnya sulit untuk disubstitusi karena proses fabrikasi bersuhu tinggi yang tidak cocok dengan tembaga.

Meski demikian, permintaan perak dari sektor surya diperkirakan akan menurun seiring makin banyak produsen yang menghindari biaya logam tersebut.

BNEF memperkirakan penggunaan perak industri ini akan turun 7% pada 2025, meskipun penambahan kapasitas surya global diproyeksikan meningkat 15%.

(bbn)

No more pages