Nilai akuisisi dikabarkan setara dengan valuasi kapitalisasi pasar sekitar Rp2 triliun, lebih tinggi dibandingkan market cap NELY saat ini yang berada di kisaran Rp1,09 triliun. Penyelesaian transaksi disebut-sebut ditargetkan berlangsung pada kuartal I/2026. Apabila pengambilalihan dilakukan atas saham mayoritas, transaksi tersebut berpotensi memicu perubahan pengendali dan kewajiban tender offer.
“Calon pembelinya merupakan listed company di Indonesia,” ujar sumber pasar kepada Bloomberg Technoz, Senin (5/1/2026).
PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA)
Selanjutnya, PT Harta Djaya Karya Tbk. (MEJA) tengah mempersiapkan rencana akuisisi saham PT Trimata Coal Perkasa. Langkah ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian bersyarat antara pemegang saham pengendali MEJA, PT Triple Berkah Bersama, dan pemegang saham pengendali Trimata Coal Perkasa pada 22 Desember 2025.
Dalam kesepakatan tersebut, disepakati pengambilalihan 45% saham pengendali dengan nilai Rp1,6 triliun yang akan direalisasikan secara bertahap sesuai ketentuan pasar modal. Trimata Coal Perkasa memiliki konsesi batubara seluas sekitar 11.640 hektare di Sumatera Selatan dengan estimasi sumber daya tertambang sekitar 693,7 juta ton, serta izin produksi periode 2024–2026 dengan total volume 2,6 juta ton.
PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB)
Sementara itu, PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) masih melanjutkan proses rencana transaksi akuisisi yang sebelumnya ditargetkan rampung pada 23 Desember 2025. Berdasarkan ketentuan dalam perjanjian jual beli bersyarat, para pihak sepakat memperpanjang tenggat waktu penutupan transaksi selama tiga bulan menjadi paling lambat 23 Maret 2026. Perpanjangan tersebut dilakukan seiring dengan masih berlangsungnya pemenuhan sejumlah persyaratan pendahuluan sebagaimana diatur dalam perjanjian.
Untuk diketahui aksi ini melibatkan PT United Tractors Tbk (UNTR) yang menandatangani perjanjian jual beli bersyarat untuk mengakuisisi 99,99% saham PT Arafura Surya Alam (ASA) dari grup PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB). Nilai transaksi yang mencakup enterprise value tersebut mencapai US$540 juta.
PT Rukun Raharja Tbk (RAJA)
PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) juga mengungkapkan tengah menyelesaikan proses negosiasi dan uji tuntas atas sejumlah proyek strategis. Rencana tersebut mencakup akuisisi dua perusahaan pelayaran dengan aset operasional berupa dua unit Liquefied Natural Gas Carrier (LNGC) dan satu unit Very Large Gas Carrier (VLGC), serta penjajakan investasi infrastruktur hilir migas di kawasan Indonesia Timur.
Selain itu, perseroan tengah menyelesaikan studi kelayakan pembangunan LNG Terminal di Banten dan LNG Plant di Kalimantan. RAJA juga berencana melakukan uji tuntas atas rencana akuisisi pembangkit listrik tenaga air dan biomassa sebagai bagian dari pengembangan energi bersih. Manajemen menyampaikan bahwa langkah-langkah tersebut sejalan dengan visi jangka panjang perseroan untuk menjadi perusahaan energi terintegrasi yang mendukung transisi energi berkelanjutan.
(dhf)





























