Logo Bloomberg Technoz

Trump sendiri hanya menyatakan bahwa Amerika Serikat akan “menjalankan” negara tersebut hingga pemilu baru digelar, serta bahwa para produsen minyak besar siap menggelontorkan miliaran dolar untuk menggarap cadangan minyak mentah Venezuela yang bernilai tinggi. Dalam wawancara dengan NBC News, presiden AS itu juga menyiratkan pemerintahannya mungkin akan memberikan subsidi bagi upaya perusahaan energi untuk membangun kembali industri minyak Venezuela.

Meski demikian, upaya ekonomi dan politik di Venezuela diperkirakan akan sangat kompleks, dengan banyak persoalan praktis dan kebijakan yang masih belum terjawab.

Rubio, di sisi lain, sebagian besar menghindari pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan mengisyaratkan bahwa AS akan berupaya memengaruhi sisa pemerintahan Venezuela melalui tekanan ekonomi serta ancaman aksi militer tambahan.

Trump dan Miller sama-sama mengatakan bahwa Delcy Rodríguez, yang menjabat wakil presiden di era Maduro dan pada Senin dilantik sebagai penggantinya, turut membantu upaya tersebut meskipun secara terbuka mengecam penangkapan Maduro.

“Kami benar-benar mendapatkan kerja sama penuh, lengkap, dan total dari pemerintah Venezuela, dan sebagai hasil dari kerja sama itu, rakyat Venezuela akan menjadi lebih makmur dari sebelumnya, dan tentu saja Amerika Serikat akan memperoleh manfaat besar dalam hal keamanan ekonomi dan kerja sama militer,” kata Miller.

Trump, dalam wawancara dengan NBC, menepis spekulasi bahwa AS telah berkoordinasi dengan Rodríguez sebelum penangkapan Maduro. Ia juga mengatakan ada kebutuhan untuk “memperbaiki negara” sebelum menyelenggarakan pemilu baru.

“Kami harus merawat negara ini agar kembali sehat,” ujarnya.

Selain Rubio dan Miller, Menteri Pertahanan Pete Hegseth dan Wakil Presiden JD Vance disebut Trump akan memegang peran kunci dalam upaya terkait Venezuela.

“Ini kelompok semua orang. Mereka punya keahlian, keahlian yang berbeda-beda,” katanya.

Pada saat yang sama, Trump menjawab pertanyaan tentang siapa yang pada akhirnya memegang kendali dengan menunjuk dirinya sendiri.

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menggelar pertemuan darurat pada Senin menyusul operasi tersebut, di mana sejumlah negara mengkritik langkah Trump.

Para pejabat menyampaikan kekhawatiran atas sinyal dari presiden AS yang membuka kemungkinan perluasan aksi militer ke Kolombia dan Meksiko, memprediksi runtuhnya Kuba, serta mengulangi ancamannya untuk merebut Greenland dari kendali Denmark atas nama keamanan nasional Amerika.

Wakil Sekretaris Jenderal PBB Rosemary DiCarlo, yang berbicara mewakili Sekretaris Jenderal Antonio Guterres, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka “tetap sangat prihatin karena aturan hukum internasional tidak dihormati.”

Duta Besar AS untuk PBB Mike Waltz membela operasi tersebut dan menegaskan bahwa aksinya terbatas.

“Tidak ada perang melawan Venezuela atau rakyatnya. Kami tidak menduduki sebuah negara. Ini adalah operasi penegakan hukum,” kata Waltz.

Trump, dalam wawancara dengan NBC News, juga menyatakan keyakinannya bahwa para pendukungnya akan mendukung keputusannya terkait Venezuela, meskipun langkah itu berpotensi menjauhkan sebagian basis pendukung yang sebelumnya tertarik pada janjinya untuk menjauhkan AS dari perang di luar negeri.

“MAGA menyukainya. MAGA menyukai apa yang saya lakukan. MAGA menyukai semua yang saya lakukan,” kata Trump kepada NBC. “MAGA adalah saya. MAGA menyukai semua yang saya lakukan, dan saya juga menyukai semua yang saya lakukan.”

(bbn)

No more pages