Selain Venezuela, AS juga ingin menguasai wilayah lain yaitu Greenland. Saat ini, Greenland adalah daerah otonom yang merupakan bagian dari Denmark.
“Greenland dipenuhi dengan kapal-kapal Rusia dan China. Kami membutuhkan Greenland dalam kacamata keamanan nasional. Denmark tidak bisa melakukan itu, saya bisa pastikan,” ungkap Trump.
Perkembangan ini membuat hubungan kedua negara memanas. Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen menyatakan AS tidak punya hak untuk menganeksasi wilayah Denmark dan pernyataan Trump harus dianggap serius.
“Ini bisa mengancam berakhirnya aliansi NATO,” kata Frederiksen, sebagaimana diwartakan Bloomberg News.
Emas adalah aset yang dipandang aman (safe haven asset). Saat situasi sedang penuh turbulensi, biasanya investor akan memilih emas untuk mengamankan portofolio mereka.
Analisis Teknikal
Jadi bagaimana prediksi gerak harga emas untuk hari ini, Selasa (6/1/2026)? Apakah bisa naik lagi atau malah terkoreksi?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas nyaman di zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 61. RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish.
Sementara indikator Stochastic RSI 14 hari ada di 34. Menghuni area jual (short) yang cukup kuat.
Untuk perdagangan hari ini, harga emas kemungkinan bisa turun. Maklum, kenaikan yang begitu tajam tentu menyimpan risiko koreksi teknikal. Akan datang saatnya di mana investor ‘gatal’ untuk mencairkan cuan.
Cermati pivot point di US$ 4.424/troy ons. Dari sini, harga emas kemungkinan bakal menguji support US$ 4.395/troy ons.
Support lanjutan ada di rentang US$ 4.386-4.379/troy ons. Target paling pesimistis atau support terjauh adalah US$ 4.297/troy ons.
Namun kalau harga emas masih kuat menanjak, maka US$ 4.449/troy ons sepertinya akan menjadi resisten terdekat. Target berikutnya ada di kisaran US$ 4.477-4.495/troy ons.
Target paling optimistis atau resisten terjauh ada di US$ 4.575/troy ons.
(aji)






























