Dalam hal ini, Pudji menjelaskan bahwa inflasi kelompok transportasi ini disamping disumbang oleh kenaikan pada moda transportasi yang diatur tarif diskonnya, juga dipengaruhi oleh komoditas lain, yakni seperti bensin.
"Subsektor (bensin) ini turut menyumbang inflasi pada sektor transportasi sebesar 0,72%, yang turut memberikan andil sebesar 0,03%," kata dia.
Kemudian, ada juga komoditas angkutan antar kota dengan inflasi 2,77% dan andil inflasinya 0,01%. Sementara, untuk komoditas yang diatur tarif diskonnya terjadi inflasi sebesar untuk tarif angkutan udara inflasinya 3,29%, andilnya 0,02%
Di sisi lain, tarif kereta api menyumbang deflasi 0,02% dengan andil 0%. Komoditas tarif ASDP terjadi deflasi sebesar 1,61% dengan andil minus 0,003%. Kemudian komoditas tarif angkutan laut terjadi deflasi 4,46% dengan andil minus 0,0022%.
Secara agregat, lanjut dia, berbagai komoditas yang masuk dalam kelompok transportasi masih menunjukkan inflasi yaitu sebesar 0,55% dengan andil 0,066%.
"Jadi komoditas-komoditas lain di kelompok ini masih menyumbang inflasi meskipun ada diskon tarif transportasi, seperti inflasi pada subkelompok pembelian kendaraan," tuturnya.
"Kemudian juga pada subkelompok pengoperasian peralatan transportasi pribadi serta komoditas lain seperti subkelompok jasa angkutan penumpang seperti angkutan antarkota dan travel."
(lav)





























