Ekonom INDEF: Kepungan Inflasi dari Berbagai Sisi Jelang Lebaran
Pramesti Regita Cindy
09 March 2026 14:16

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ekonom memperkirakan momentum Ramadan dan Lebaran 2026 tetap menjadi pendorong aktivitas ekonomi nasional. Namun di saat yang sama, tekanan inflasi berpotensi meningkat dari berbagai sisi, sehingga dapat menggerus daya beli masyarakat selama periode Lebaran 2026.
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Abdul Manap Pulungan mengatakan Ramadan dan Idulfitri merupakan momentum tahunan penting yang biasanya mendorong konsumsi masyarakat. Peningkatan konsumsi ini didorong oleh pencairan tunjangan hari raya (THR) serta mobilitas masyarakat selama arus mudik.
Namun di sisi lain, tantangan yang hampir selalu muncul setiap tahun adalah tekanan inflasi, terutama dari kelompok bahan makanan.
"Karena stok pangan yang terbatas. Persoalannya ini sudah rutin, tetapi persoalan fundamental ini belum pernah terselesaikan," jelas Manap dalam diskusi Indef secara daring, Senin (9/3/2026).
Selain inflasi pangan, tekanan juga datang dari sisi energi. Ia menyoroti inflasi kelompok administered prices yang pada Februari yang tercatat mencapai sekitar 12%. Kenaikan biaya energi tersebut berpotensi menambah beban pengeluaran masyarakat, terutama bagi mereka yang melakukan perjalanan mudik.































