Sentimen positif juga datang dari Singapura. Perekonomian Singapura tumbuh 5,7% secara tahunan (YoY) pada kuartal IV 2025, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kuartal sebelumnya yang direvisi sebesar 4,3%.
“Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong menyampaikan bahwa ekonomi Singapura tumbuh 4,8% sepanjang 2025, melampaui ekspektasi awal pemerintah,” lanjut Tim Riset BNI Sekuritas dalam laporannya.
BNI Sekuritas menilai, apabila IHSG mampu menembus resistance di level 8.750, indeks berpotensi melanjutkan penguatan. Adapun area support berada di kisaran 8.500-8.660, dengan resistance di rentang 8.820-8.850.
Sementara itu, dalam laporan SAPA MENTARI, 5 January 2026 dari BRI Danareksa Sekuritas, disebutkan bahwa pergerakan indeks Wall Street pada perdagangan sebelumnya juga ditutup beragam. Dow Jones Industrial Average menguat 0,66% ke level 48.382,39, indeks S&P 500 naik 0,19% ke 6.858,47, sementara Nasdaq melemah tipis 0,027% ke level 23.235,63.
BRI Danareksa Sekuritas mencatat penguatan IHSG ke level 8.748 pada perdagangan terakhir didukung oleh net foreign buy sebesar Rp1,14 triliun di pasar reguler. Namun, secara teknikal, ruang kenaikan indeks dinilai terbatas dengan resistance terdekat di area 8.765.
Ke depan, pelaku pasar akan mencermati rilis data inflasi dan neraca perdagangan domestik yang berpotensi memengaruhi ekspektasi kebijakan serta stabilitas makroekonomi. Dari sisi global, eskalasi tensi geopolitik antara Amerika Serikat dan Venezuela juga menjadi perhatian karena berpotensi meningkatkan volatilitas pasar dalam jangka pendek.
(dhf)


























