Logo Bloomberg Technoz

Proyeksi IHSG, Pasar Cermati Resistance dan Sentimen Global

Recha Tiara Dermawan
05 January 2026 08:30

Pembukaan IHSG saat awal perdagangan Bursa Efek Indonesia 2026 di Jakarta, Jumat (2/1/2026). (Bloomberg Technoz/Houtmand P. Saragih)
Pembukaan IHSG saat awal perdagangan Bursa Efek Indonesia 2026 di Jakarta, Jumat (2/1/2026). (Bloomberg Technoz/Houtmand P. Saragih)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan pertama awal tahun, jumat (2/1/2026) mengakhiri perdagangan terakhir dengan penguatan 1,17% ke level 8.748, didukung aksi beli bersih investor asing sebesar Rp1,14 triliun di pasar reguler. Penguatan indeks terjadi seiring membaiknya sentimen risiko di pasar saham pada awal perdagangan tahun 2026.

Memasuki perdagangan hari ini, pergerakan IHSG diproyeksikan masih dipengaruhi oleh kombinasi sentimen global dan faktor teknikal, dengan pelaku pasar mencermati ruang lanjutan penguatan indeks serta sejumlah level resistance terdekat.

Dalam laporan BNI Sekuritas Retail Report (5/1/2026), disebutkan bahwa mayoritas indeks saham Wall Street ditutup menguat pada Jumat (2/1), yang merupakan hari perdagangan pertama tahun 2026. Indeks S&P 500 naik 0,19%, Dow Jones Industrial Average menguat 0,66%, sementara Nasdaq Composite terkoreksi tipis 0,03%.


“Penguatan Wall Street ditopang oleh saham-saham sektor semikonduktor. Saham Nvidia naik lebih dari 1% dan Micron Technology melonjak lebih dari 10%. Di sisi lain, tekanan masih terlihat pada sektor teknologi non-chip, di antaranya saham Salesforce yang turun lebih dari 4% dan CrowdStrike yang melemah lebih dari 3%. Saham Tesla juga terkoreksi lebih dari 2% setelah perusahaan melaporkan pengiriman kendaraan kuartal IV yang tidak memenuhi ekspektasi,” ujar tim riset BNI Sekuritas.

Dari kawasan Asia Pasifik, bursa saham bergerak beragam pada awal tahun 2026. Indeks Kospi Korea Selatan melonjak 2,27% dan Kosdaq naik 2,17%. Indeks Hang Seng Hong Kong menguat 2,76%, sementara S&P/ASX 200 Australia naik 0,15%. Sejumlah bursa seperti Jepang dan China daratan masih tutup karena libur Tahun Baru.