Volume transaksi IHSG di sepanjang perdagangan pagi hingga penutupan menyentuh 51,14 miliar saham, dengan nilai transaksi mencapai Rp22,26 triliun. Frekuensi yang terjadi sebanyak 3,12 kali diperjualbelikan.
Sebanyak 470 saham menguat, dan ada 200 saham melemah. Sedang masih ada 131 saham tidak bergerak.
Sejumlah saham juga berhasil menjadi pendukung utama laju IHSG pada perdagangan Sesi II. Saham–saham transportasi, saham teknologi, dan saham Konsumen non primer mencatatkan kenaikan paling tinggi, dengan menguat 6,55%, 4,47%, dan 3,46%.
Melesat tingginya IHSG sampai dengan ATH merupakan efek secara langsung dari kenaikan sejumlah saham Big Caps.
Berikut diantaranya berdasarkan data Bloomberg, Jumat (2/1/2026).
- DCI Indonesia (DCII) menyumbang 20,66 poin
- Bumi Resources (BUMI) menyumbang 13,52 poin
- Amman Mineral Internasional (AMMN) menyumbang 11,91 poin
- Bayan Resources (BYAN) menyumbang 10,77 poin
- GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) menyumbang 10,26 poin
- Bumi Resources Minerals (BRMS) menyumbang 9,73 poin
- Vktr Teknologi Mobilitas (VKTR) menyumbang 8,15 poin
- Astra International (ASII) menyumbang 4,25 poin
- Merdeka Battery Materials (MBMA) menyumbang 3,41 poin
- Darma Henwa (DEWA) menyumbang 3,3 poin
Adapun saham transportasi lain juga jadi pendorong penguatan IHSG, yaitu PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB) yang menguat 25%, dan saham PT Temas Tbk (TMAS) yang mencatatkan kenaikan 22% point–to–point.
Disusul oleh penguatan saham–saham teknologi, saham PT Sentral Mitra Informatika Tbk (LUCK) melesat 12,9%, PT Techno9 Indonesia Tbk (NINE) juga menguat dengan kenaikan 9,7%, dan saham PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk (TRON) menguat 9,4%.
Bursa Saham Asia lainnya juga kompak menguat. Hang Seng (Hong Kong), KOSPI (Korea), KOSDAQ (Korea), PSEi Philippine (Filipina), Weighted Index (Taiwan), SENSEX (India), dan Straits Time (Singapura) yang berhasil menguat masing–masing 2,76%, 2,27%, 2,17%, 1,36%, 1,33%, 0,67%, dan 0,21%.
Adapun IHSG ditutup menguat pada level 8.748,1 pada perdagangan Jumat, tepat di hari perdana perdagangan saham 2026. Sementara itu secara teknikal, menyitir riset Phintraco Sekuritas, indikator Stochastic RSI IHSG berlanjut menguat di area pivot. Hal ini diperkuat oleh berlanjutnya penyempitan histogram negatif MACD.
“Volume beli juga mengalami kenaikan. Sehingga diperkirakan IHSG melanjutkan penguatan dan berpotensi menuju level tertinggi baru menguji level psikologis di 8.800,” papar Phintraco, Jumat.
Dengan itu, peluang IHSG menuju 9.000 amat terbuka lebar, melansir riset Panin Sekuritas, IHSG terus mendekati resistance 8.770 – 8.800.
“Selanjutnya area ini harus mampu ditembus, sehingga terbuka peluang melanjutkan penguatan memasuki area 9.000,” analisis Panin.
Di sisi lain, MA–5 dan MA–20 di range 8.616 – 8.665 menjadi support terdekat yang menopang pergerakan IHSG selanjutnya.
(fad)




























