Logo Bloomberg Technoz

“Harusnya dengan kebijakan yang lebih sinkron antara pemerintah dengan Bank Sentral, ekonomi bisa tumbuh lebih cepat. Itu akan melandasi pertumbuhan keuntungan perusahaan juga,” ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, Purbaya mengingatkan investor untuk mencermati peluang yang ada di pasar saham.

Adapun pada pembukaan perdagangan perdana 2026, indeks komposit dibuka di posisi hijau di 8.676,74. Hingga penutupan sesi I, IHSG parkir di level 8.724 atau naik 0,9% dan bergerak di rentang 8.664 - 8.728 dengan kapitalisasi pasar menembus Rp16.020 triliun.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar menilai kinerja pasar modal Indonesia sepanjang 2025 mencatatkan pertumbuhan yang solid, meskipun masih menyisakan ruang perbaikan yang luas.

Sepanjang 2025, IHSG ditutup di level 8.646,94 atau melonjak 22,13% secara tahunan. Namun, Mahendra mencermati bahwa penguatan tersebut tidak sepenuhnya merata, tercermin dari indeks LQ45 yang hanya tumbuh 2,41%, jauh tertinggal dibandingkan kenaikan IHSG.

Dari sisi kontribusi terhadap perekonomian, Mahendra mengungkapkan nilai pasar saham terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) meningkat signifikan dari 56% pada akhir 2024 menjadi 72% di akhir 2025.

Meski demikian, ia menekankan bahwa capaian tersebut masih berada di bawah sejumlah negara kawasan. India, misalnya, memiliki rasio kapitalisasi pasar terhadap PDB sebesar 140%, sementara Thailand dan Malaysia masing-masing mencapai 101% dan 97%.

Selain itu, Mahendra juga mencatat lonjakan peran investor ritel di pasar saham domestik, dengan porsi transaksi meningkat dari 38% menjadi 50%, proporsi yang dinilai jauh lebih besar dibandingkan banyak negara lain yang pasar modalnya masih didominasi oleh investor institusional.

(dhf)

No more pages