Logo Bloomberg Technoz

Laju keempatnya tengah menjadi perhatian investor, usai berlangsungnya Komite Pasar Terbuka Federal (Federal Open Market Committee/FOMC) pada pertemuan Desember yang memutuskan menurunkan suku bunga acuan Federal Funds Rate sebesar 0,25% menjadi 3,5%–3,75%.

Ini merupakan penurunan ke–tiga kalinya pada tahun ini, Komite turut mempertahankan prospek hanya satu kali pemangkasan bunga acuan pada tahun 2026.

Seperti yang dilaporkan Bloomberg News, Komite juga secara halus mengubah kata-kata dalam pernyataannya, yang mengindikasikan ketidakpastian lebih besar tentang kapan mereka akan memangkas suku bunga lagi.

Analis Samuel Sekuritas menilai, nada kebijakan The Fed tersebut masih jauh dari dovish. Pemangkasan suku bunga The Fed sebesar 25 bps ke level 3,5–3,75% pada Desember 2025 menegaskan siklus pelonggaran yang lambat namun konsisten. 

“Langkah ini menurunkan biaya pinjaman ke level terendah sejak 2022, sementara banyaknya dissenters yang tidak biasa menunjukkan masih adanya perbedaan pandangan di internal Bank Sentral,” papar Samuel dalam riset terbarunya, Kamis.

Perbedaan pendapat pada pertemuan itu, dan proyeksi suku bunga menyoroti perpecahan di kalangan pembuat kebijakan mengenai apakah pelemahan pasar tenaga kerja atau inflasi yang membandel merupakan bahaya yang lebih besar bagi perekonomian AS.

Biarpun nada The Fed dinilai kurang dovish, pemangkasan bunga acuan tersebut sejatinya mendorong saham–saham emiten rate sensitive, terutama saham bank, menyusul juga nantinya terhadap saham properti dan real estate, juga saham otomotif, yang dapat memicu peningkatan permintaan kredit maupun konsumsi di masyarakat. 

Sebagai salah satu acuan dalam berinvestasi dalam tren jangka panjang, berikut rekomendasi saham dan juga target harga saham keempatnya berdasarkan konsensus Bloomberg, mengutip data pada Kamis 11 Desember 2025,

Rekomendasi dan Target Harga Saham Bank

BBNI

- Buy: 31 Analis
- Hold: 2
- Sell: 2
Target harga 12 Bulan ke depan: Rp5.119/saham

Handy Noverdanius, analis CGS International memberikan rekomendasi buy/ beli pada saham BBNI dengan target harga mencapai Rp5.300/saham. Lebih tinggi, Erwin Wijaya analis PT Verdhana Sekuritas memberikan rekomendasi buy dengan target harga saham BBNI mencapai  Rp5.500/saham.

BBRI

- Buy: 29 Analis
- Hold: 6
- Sell: 2
Target harga 12 Bulan ke depan: Rp4.651/saham

Terbaru, Yap Swie Cu, analis Yuanta Investment Consulting memberikan rekomendasi buy/ beli saham BBRI dengan target harga Rp5.400/saham. Sama potensial, Jonathan Gunawan analis Trimegah Sekuritas memberikan rekomendasi buy dengan target harga mencapai Rp5.400/saham.

BBCA

- Buy: 35 Analis
- Hold: 2
- Sell: 0
Target harga 12 Bulan ke depan: Rp10.546/saham

Terbaru, Muhammad NurKholis Syafruddin analis DBS Bank memberikan rekomendasi buy pada saham BBCA dengan target harga Rp12.000/saham. Selanjutnya Sarina Lesmina analis CLSA memberikan rekomendasi buy dengan target harga yang sama mencapai Rp12.000/saham.

BMRI

- Buy: 31 Analis
- Hold: 2 
- Sell: 3
Target harga 12 Bulan ke depan: Rp5.494/saham

Terbaru, Victor Stefano, analis BRI Danareksa Sekuritas memberikan rekomendasi beli saham BMRI dengan target harga Rp5.500/saham. Lebih tinggi, Miftahul Khaer, analis Kiwoom Sekuritas Co. Ltd memberikan rekomendasi buy dengan rating overweight dan target harga mencapai Rp5.950/saham.

(fad)

No more pages