Logo Bloomberg Technoz

Air Minum Kemasan Berpotensi Naik Imbas Konflik AS-Iran

Sultan Ibnu Affan
13 March 2026 13:40

Air minum kemasan (Sumber: Bloomberg)
Air minum kemasan (Sumber: Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyoroti potensi dampak perang AS-Iran, terutama dari sisi bahan baku kemasan plastik yang berpotensi mendorong kenaikan biaya produksi dan harga.

Direktur Jenderal Industri Agro Putu Juli Ardhika mengatakan hal itu disebabkan oleh kenaikan biaya logistik akibat gejolak harga minyak dunia yang sempat menyentuh rekor tertinggi.

Apalagi, industri mamin sangat berkaitan dengan subsektor kemasan yang sebagian besar berbahan plastik berbasis petroleum, sebagai industri padat energi yang bahan bakunya juga berasal dari minyak bumi dan gas alam.


"Sebenarnya, yang banyak ada dampaknya di industri kami di makanan dan minuman itu adalah kemasannya. Jadi kemasannya itu biasanya dari plastik. Nah plastik ini adalah plastik petroleum based plastik,” kata Putu kepada wartawan di Jakarta, dikutip Jumat (13/3/2026).

Putu mengatakan hal tersebut berpotensi memberikan tekanan terhadap bahan baku kemasan dan membuat biaya produksi lebih besar karena sebagian besar produk mamin menggunakan plastik sebagai komponen utama.