Logo Bloomberg Technoz

Ini menyebabkan penggunaan energi fosil meningkat, termasuk batu bara. Ketika pembangkitan listrik dari energi angin dan matahari berkurang, biasanya batu bara akan mengambil peran.

Di Jerman, misalnya, energi fosil seperti batu bara masih menjadi opsi ketika terjadi penurunan kinerja pembangkit listrik energi baru-terbarukan. Apalagi Jerman sudah menutup pembangkit listrik energi nuklir pada 2023.

Analisis Teknikal

Lalu bagaimana ‘ramalan’ harga batu bara untuk hari ini, Rabu (3/12/2025)? Apakah bisa naik lagi atau kembali terkoreksi?

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), batu bara masih terjebak di zona bearish. Tercermin dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 42. RSI di bawah 50 mengindikasikan suatu aset sedang dalam posisi bearish.

Akan tetapi, indikator Stochastic RSI sudah menyentuh 0. Paling rendah, sudah sangat jenuh jual (oversold).

Untuk perdagangan hari ini, harga batu bara masih berpotensi naik. Apalagi harga sudah menyentuh pivot point.

Target resisten terdekat adalah 109/ton. Jika tertembus, maka ada kemungkinan harga batu bara akan mengetes level US$ 110-111/ton.

Namun kalau turun, maka harga batu bara berisiko menguji support US$ 107/ton. Penembusan di titik ini bisa menyebabkan harga batu bara jebol ke arah US$ 105/ton.

(aji)

No more pages