Ukraina menargetkan dua kapal tanker di Laut Hitam pada akhir pekan lalu, kata narasumber yang mengetahui operasi tersebut dan menolak namanya diungkap karena informasi itu belum dipublikasikan, kepada Bloomberg. Kapal ketiga yang sebelumnya mengangkut minyak Rusia mengalami empat ledakan eksternal di lepas pantai Dakar, Senegal pada Kamis (27/11/2025) malam.
Dalam insiden akhir pekan, kapal tak berawak merusak salah satu dari tiga dermaga di terminal Caspian Pipeline Consortium (CPC)—fasilitas terbesar bagi aliran minyak Kazakhstan.
Setelah ledakan itu terjadi, dermaga tersebut mengalami kerusakan parah, kata narasumber yang mengetahui hal tersebut dengan syarat anonim karena informasi ini belum tidak dipublikasikan.
Menjawab pertanyaan mengenai kerusakan tersebut, CPC menyatakan bahwa "operasi lebih lanjut tidak mungkin dilakukan" di dermaga tersebut, mengulangi pernyataan yang dikeluarkan pada Sabtu.
Hal ini membuat terminal CPC hanya memiliki satu dermaga yang beroperasi. Pasalnya, dermaga lain sedang menjalani pemeliharaan terjadwal, yang bisa berlangsung hingga pertengahan Januari, di tengah badai musiman di Laut Hitam.
Kazakhstan, yang biasanya mengekspor rata-rata hampir 1,5 juta barel minyak mentah per hari melalui CPC, mengaktifkan rencana untuk mengalihkan ekspor ke rute alternatif agar produksinya tetap utuh.
Negara tersebut memandang serangan terhadap infrastruktur energi sipil sebagai "tidak bisa diterima," sehingga memperingatkan bahwa serangan itu akan membahayakan keamanan energi global.
Serangan Rusia
Militer Rusia terus melancarkan serangan rutin terhadap infrastruktur energi Ukraina dan sasaran sipil, termasuk perumahan, untuk melemahkan mental warga Ukraina menjelang musim dingin.
Pemerintah AS sedang mendorong kesepakatan damai antara Rusia dan Ukraina, serta serangkaian kunjungan diplomatik.
Pekan lalu, Putin mengatakan Moskwa akan menghentikan pertempuran jika Ukraina menarik pasukannya dari wilayah pendudukan di Donetsk.
Serangan terhadap infrastruktur terjadi saat pasar minyak global memasuki periode kelebihan pasokan yang signifikan. Harga minyak berjangka Brent sempat menguat di tengah kekhawatiran bahwa gangguan produksi di CPC akan mengurangi surplus pasokan.
Dalam serangan November, pesawat nirawak Ukraina berulang kali menyerang beberapa kilang minyak di Rusia tengah, dekat Moskwa, di wilayah Volga, dan di pesisir Laut Hitam, guna mengurangi pendapatan energi Kremlin dan kemampuannya untuk terus mendanai perang.
Setahun sebelumnya, sebelum serangan meningkat, menurut data, kilang-kilang yang menjadi target menyumbang lebih dari 20% dari total pengolahan minyak Rusia.
Serangan tersebut mendorong produksi kilang Rusia bulan lalu menjadi sekitar 5 juta barel per hari, menurut perkiraan Kpler, "dengan risiko penurunan lebih lanjut mungkin terjadi." Secara historis, menurut data sebelumnya, negara tersebut memproses 5,3 juta hingga 5,5 juta barel per hari pada akhir musim gugur.
"Akibat serangan berulang pada fasilitas yang sama, ada ketidakpastian yang semakin besar mengenai apakah kilang-kilang tersebut dapat melanjutkan operasi dengan aman, bahkan setelah perbaikan selesai, yang semakin meredupkan prospek produksi minyak mentah [di Rusia]," kata Kpler.
(bbn)
































