Logo Bloomberg Technoz

Penanganan pemerintah terhadap banjir mendapat kritik luas, meski Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul — yang bersiap menghadapi pemilu tahun depan — telah mengaktifkan undang-undang darurat khusus untuk mempercepat upaya bantuan. Menteri yang mengawasi pusat operasi darurat banjir, Paradon Prissanananthakul, bahkan meninggalkan konferensi pers pada Kamis setelah ditanya apakah pemerintah seharusnya mengakui kesalahan penilaian yang berujung pada jatuhnya korban jiwa.

“Pembersihan besar-besaran akan dilakukan seiring surutnya air,” kata Paradorn dalam konferensi pers pada Jumat.

Sepekan terakhir, sebagian Asia Tenggara dilanda hujan lebat, dengan Malaysia, Filipina, dan Vietnam juga turut terdampak.

Di Indonesia, hujan deras akibat siklon tropis Senyar memicu banjir bandang dan tanah longsor di tiga provinsi di Pulau Sumatra, wilayah utama penghasil kelapa sawit. Setidaknya 72 orang tewas dalam beberapa hari terakhir, puluhan lainnya hilang, dan ratusan keluarga mengungsi, menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Meski jumlah korban di Thailand meningkat cepat, hujan monsun di wilayah selatan diperkirakan akan mereda dalam sehari ke depan, meski badai petir masih mungkin terjadi, menurut Departemen Meteorologi. Pada 30 November hingga 4 Desember, hujan diperkirakan minim.

Direktur Senior Bank Sentra Thailand (Bank of Thailand/BoT), Pranee Sutthasri, mengatakan banjir telah mengganggu aktivitas ekonomi, dan bahwa Provinsi Songkhla serta Nakhon Sri Thammarat — dua wilayah yang paling parah terdampak — menyumbang sekitar 2,6% dari produk domestik bruto tahunan. Pariwisata lintas batas juga terdampak, dengan sekitar 10.000 wisatawan Malaysia biasanya masuk melalui provinsi selatan setiap hari.

Ia mengatakan dampak ekonomi secara keseluruhan akan bergantung pada belanja rekonstruksi pasca banjir, dan bank sentral akan mengevaluasi situasi tersebut pada rapat suku bunga berikutnya pada 17 Desember. Sejumlah analis menilai besarnya kerusakan dapat meningkatkan kemungkinan pemangkasan suku bunga BoT dalam pertemuan tersebut.

Krungsri Research memperkirakan kerugian ekonomi akibat banjir di Thailand bisa mencapai 23,6 miliar baht (US$734 juta), dengan sektor hotel dan restoran mengalami kerusakan “signifikan.” Sementara itu, Universitas Kamar Dagang Thailand memperkirakan kerugian awal bisa mencapai 1,5 miliar baht per hari.

Kerugian di sektor industri di provinsi-provinsi terdampak masih akan dinilai lebih lanjut, kata Supakit Boonsiri, Direktur Jenderal Kantor Ekonomi Industri. Terdapat sekitar 3.500 pabrik industri yang tersebar di sembilan provinsi selatan, ujar Supakit.

(bbn)

No more pages