Logo Bloomberg Technoz

"Topografi di Sumatra itu sedikit curam, sehingga memang karakter banjirnya memang banjir bandang. Banjir bandang itu kan biasanya kapasitas sungainya juga kecil, tapi cepat mengalirnya. Sehingga memang kalau kita lihat di berita-berita itu banyak sekali kayu-kayu gelondong-gelondongan kayu yang masuk ke sungai-sungai," tambahnya.

Rio pun menyoroti banjir yang terjadi di Sumatra Utara. Katanya, banjir tersebut erat berhubungan dengan penebangan hutan. Bahkan, Greenpeace mendapati beberapa wilayah di Sumatra yang terjadi aktivitas ekstrem.

"Ada tambang-tambang, ada beberapa tambang di hulu misalnya yang di Batang Toru. Itu ada aktivitas tambang di sana. Di sana juga ada aktivitas pembangunan PLTA. PLTA Batang Toru yang membuat juga ada aktivitas pembukaan lahan di sana," ungkapnya.

"Sementara di wilayah Aceh atau Sumbar kita perlu periksa lagi. Tapi memang biasanya di wilayah ini industri ekstraktif, termasuk industri yang berbasis lahan menjadi pendorong penebangan hutan di wilayah yang masih memiliki hutan. Terutama juga di wilayah hulu di tiga provinsi ini Sumbar, Sumatra Utara, dan Aceh," pungkasnya.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dari Januari hingga November 2025 terdapat 2.919 bencana yang terjadi dan 99% didominasi banjir dan cuaca ekstrem.

Sementara itu, aktivis Greenpeace Iqbal Damanik mengatakan banjir yang terjadi di beberapa titik Pulau Sumatra adalah bukti betapa nyata krisis iklim dan kerentanan ekologis.

Kata dia, saait ini Indonesia sedang dibayangi krisis karena tekanan iklim global dan kerentanan ekologis.

"Hutan yang hilang, tata ruang yang lemah, dan ketergantungan pada energi fosil yang terus mendorong emisi. Akibatnya, masyarakat yang paling rentan kembali menjadi korban," kata Iqbal.

Selain melakukan penanganan bencana, Iqbal menyaranlan pemerintah agar melakukan review terhadap semua izin bisnis berbasis lahan. Kemudian membatalkan izin-izin yang sekiranya disinyalir melanggar peraturan yang ada dan memberikan sanksi tegas pada perusahaan penerima izim tersebut.

(mef)

No more pages