Logo Bloomberg Technoz

Belum jelas bagaimana api pertama kali muncul. Perancah di Wang Cheong House dalam kompleks tersebut menjadi titik awal kobaran, kata Deputi Direktur Layanan Pemadam Kebakaran Derek Chan.

Tingkat keparahan kebakaran diduga dipicu kombinasi berbagai faktor, menurut Vincent Ho, pendiri lembaga kajian Institute of Building Safety di Hong Kong. Ia menyebut perancah bambu yang mudah terbakar, kemungkinan penggunaan material yang kurang tahan api, serta jarak antargedung yang sangat berdekatan sebagai faktor yang mungkin membuat api cepat menyebar.

South China Morning Post melaporkan bahwa sejumlah warga mengaku alarm kebakaran tidak berbunyi, bahkan setelah mereka mencium bau asap. Menurut mantan anggota dewan distrik Herman Yiu Kwan-ho, warga hanya mengetahui bahaya ketika seorang penjaga gedung mengetuk pintu unit mereka. Penduduk beberapa gedung juga dilaporkan menghubungi polisi karena tidak bisa menyelamatkan diri, menurut siaran Radio Television Hong Kong.

Apakah api sudah terkendali?

Petugas pemadam tiba lima menit setelah laporan masuk, namun kesulitan masuk karena suhu ekstrem serta reruntuhan perancah dan material bangunan.

Rekaman video menunjukkan api masih berkobar setelah malam tiba. Sekitar tengah malam, api dinyatakan sebagian besar terkendali, meski sejumlah apartemen masih terlihat terbakar pada pukul 09.30 pagi, berdasarkan tayangan langsung. Beberapa korban terlihat dievakuasi dengan tandu sekitar pukul 10.00.

Secara keseluruhan, lebih dari 140 mobil pemadam, sedikitnya 800 petugas, serta sekitar 60 ambulans dikerahkan. Seorang petugas pemadam tewas dan beberapa lainnya luka-luka.

Asap mengepul dari bangunan-bangunan perumahan yang terbakar di Wang Fuk Court, distrik Tai Po, Hong Kong, Kamis (27/11/2025). (Lam Yik/Bloomberg)

Mengapa api menyebar begitu cepat?

Penyebab pastinya belum dipastikan. Namun Sekretaris Keamanan Hong Kong, Chris Tang, mengatakan “jaring pelindung, kain anti-air, dan lembaran plastik di bagian luar gedung terbakar jauh lebih cepat dan intens dibanding material yang sesuai standar." Ia menyebut situasinya “tidak biasa.”

Styrofoam yang ditemukan di lokasi juga mempercepat rambatan api melalui koridor ke sejumlah unit, menurut pejabat pemadam. Bahan itu menghasilkan asap tebal dan panas tinggi, sehingga mempersulit petugas memadamkan api.

Bagaimana respons pemerintah?

Pemimpin Hong Kong, John Lee, membentuk satuan tugas untuk menyelidiki insiden tersebut. Ia berjanji setiap pelanggaran akan diproses “sesuai hukum dan peraturan yang berlaku,” termasuk pemeriksaan seluruh lokasi renovasi yang menggunakan perancah untuk memastikan material dan standar keselamatan terpenuhi. Polisi telah menangkap tiga pejabat senior sebuah perusahaan teknik atas dugaan pembunuhan.

Lee mengatakan ia telah memerintahkan seluruh departemen pemerintah melakukan upaya maksimal untuk memadamkan api dan menyelamatkan korban. Ia, bersama Presiden China Xi Jinping, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Menurut Kantor Berita Xinhua, Xi juga meminta pemerintah daerah lain membantu Hong Kong.

Apa yang diketahui tentang kompleks apartemen tersebut?

Kompleks Wang Fuk Court, yang memiliki hampir 2.000 unit, diperkirakan dihuni hampir 5.000 orang. Kompleks perumahan di Hong Kong dikenal sangat padat, dengan beberapa generasi keluarga tinggal dalam satu unit kecil.

Lokasinya berada di distrik Tai Po, sekitar 30 kilometer dari pusat bisnis Hong Kong. Distrik itu berpenduduk sekitar 300.000 jiwa dan terdiri dari berbagai tipe perumahan, ruang hijau, dan pusat perbelanjaan.

Kompleks ini dibangun sebagai perumahan bersubsidi pemerintah pada 1980-an dan sedang menjalani renovasi besar. Tujuh dari delapan gedung yang terbakar dipenuhi perancah bambu dan jaring pelindung saat pekerjaan konstruksi berlangsung.

Pekerjaan renovasi ditangani oleh Prestige Construction & Engineering Co. Saat Bloomberg News mengunjungi kantor perusahaan pada Kamis (27/11), kantor tampak tutup dan tidak ada respons meski telah diketuk berkali-kali. Telepon kantor juga tidak dijawab.

Apakah penggunaan perancah bambu itu umum di Hong Kong?

Perancah bambu sangat lazim digunakan dalam proyek konstruksi di Hong Kong dan telah menjadi bagian dari praktik lokal selama lebih dari satu abad. Di kota dengan kepadatan bangunan tinggi, perancah bambu dinilai lebih fleksibel dan efisien untuk pekerjaan di dinding luar gedung, serta jauh lebih murah dibanding perancah metal.

Pemerintah belakangan mulai mendorong penggunaan perancah metal yang lebih umum secara global, dengan alasan kekhawatiran keamanan terhadap bambu yang mudah terbakar dan rentan rusak seiring waktu.

Petugas memadamkan api yang melanda gedung-gedung hunian di Wang Fuk Court, distrik Tai Po, Hong Kong, Rabu (26/11/2025). (Yik Yeung-man/Bloomberg)

Apakah kebakaran seperti ini sering terjadi di Hong Kong?

Hong Kong mencatat beberapa kebakaran gedung tinggi dalam beberapa tahun terakhir, meski yang memakan banyak korban jarang terjadi. Asosiasi Korban Kecelakaan Industri menyebut insiden ini adalah kebakaran keempat yang melibatkan perancah tahun ini.

Perancah di sebuah gedung komersial di distrik keuangan terbakar bulan lalu, menyebabkan empat orang dirawat di rumah sakit. Pada 2023, hotel 42 lantai yang sedang dibangun di kawasan wisata Tsim Sha Tsui juga sempat terbakar sebelum berhasil dipadamkan.

Sebelum insiden terbaru, kebakaran permukiman paling mematikan terjadi pada 1996, ketika 41 orang tewas di Gedung Garley, distrik Jordan. Pada 1962, kebakaran di sebuah rumah susun juga menewaskan 44 orang.

Pada 1953, kebakaran besar di permukiman kumuh Shek Kip Mei menelantarkan puluhan ribu pengungsi, memicu pemerintah membangun perumahan publik dan memperbaiki kondisi hidup masyarakat berpenghasilan rendah.

Apa yang akan terjadi pada warga yang kehilangan tempat tinggal?

Dengan tujuh dari delapan menara terdampak, jumlah warga yang kehilangan rumah bisa mencapai ribuan, meski angka pasti belum diketahui. Hingga Rabu malam, pemerintah mencatat sekitar 900 warga berada di tempat penampungan sementara. Mencarikan hunian baru bagi mereka menjadi tantangan besar di tengah ketatnya pasar perumahan Hong Kong.

Pemerintah mengatakan Biro Perumahan sedang bekerja sama dengan berbagai lembaga amal, industri perhotelan, dan hostel pemuda untuk menyediakan tempat tinggal sementara. “Semua kamar yang tersedia akan digunakan untuk kebutuhan mendesak warga terdampak,” kata Sekretaris Urusan Dalam Negeri dan Kepemudaan, Alice Mak.

(bbn)

No more pages