Logo Bloomberg Technoz

Polisi menangkap tiga orang dari perusahaan teknik atas dugaan pembunuhan. Kompleks, yang memiliki hampir 2.000 unit, tersebut dibangun sebagai perumahan subsidi pemerintah pada 1980-an dan sedang direnovasi yang memakan waktu lama.

Sekretaris Keamanan Chris Tang sebelumnya mengatakan penyelidikan kriminal akan dilakukan.

"Jaring pelindung, kain tahan api, dan lembaran plastik di bagian luar gedung terbakar jauh lebih hebat dan menyebar jauh lebih cepat daripada material yang biasanya sesuai standar," jelas Tang, menyebut situasi tersebut "tidak biasa."

Penghuni beberapa gedung telah menelepon, mengatakan bahwa mereka tidak dapat melarikan diri, seperti dilaporkan stasiun penyiaran publik Radio Television Hong Kong, mengutip pernyataan polisi.

Perumahan di Hong Kong padat penduduk, di mana keluarga multigenerasi sering tinggal dalam satu apartemen kecil. Wang Fuk Court diperkirakan menampung hampir 5.000 orang.

Kebakaran Hong Kong menghancurkan Kompleks Wang Fuk Court. (Bloomberg)

Perumahan tersebut terletak di distrik Tai Po, pinggiran kota berpenduduk sekitar 300.000 jiwa, dan mencakup perumahan untuk berbagai tingkat pendapatan, serta taman dan pusat perbelanjaan.

Pihak berwenang mengatakan kebakaran terjadi sekitar pukul 14.50 pada Rabu. Rekaman video menunjukkan api masih berkobar setelah hari gelap. Video yang beredar secara daring menunjukkan asap mengepul ke langit dari bangunan perumahan, di mana perancah bambu tampak terbakar. 

Pemerintah menyatakan petugas pemadam kebakaran berusia 37 tahun termasuk di antara korban tewas, setelah ditemukan pingsan di lokasi dan dilarikan ke Rumah Sakit Pangeran Wales. Kebakaran ini diklasifikasikan level siaga 5, kategori paling parah. 

Wakil Direktur Layanan Pemadam Kebakaran Derek Chan menjelaskan bahwa perancah di Wang Cheong House di kompleks tersebut terbakar lebih dulu.

"Puing-puing dan perancah bangunan yang terdampak berjatuhan, sehingga menimbulkan bahaya tambahan bagi personel garda terdepan kami," ujarnya dalam konferensi pers lima jam usai mulai kebakaran, seperti dilaporkan RTHK.

"Suhu di dalam gedung-gedung yang terkena dampak sangat tinggi. Sangat sulit bagi kami untuk masuk."

Pejabat Eksekutif Hong Kong John Lee mengatakan telah memerintahkan upaya maksimal di seluruh departemen pemerintah guna memadamkan api dan menyelamatkan mereka yang terjebak. Dia dan Xi menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban tewas dan luka-luka.

(bbn)

No more pages