Permintaan untuk "AI Fluency" atau kemampuan untuk menggunakan dan mengelola alat AI secara efektif, telah melonjak tujuh kali lipat dalam dua tahun terakhir, menjadikannya keterampilan dengan pertumbuhan tercepat.
McKinsey juga menyoroti kemampuan bernegosiasi, asistensi, kepedulian, dan coaching, menjadi penting di era kecerdasan artifisial - mengambil alih pekerjaan kognitif rutin. Sementara keahlian yang akan paling berdampak adalah kompetensi pemrosesan informasi dan digital yang sangat terspesialisasi, contoh coding standar dan akuntansi rutin.
McKinsey menekankan bahwa integrasi AI bukan sekadar rollout teknologi, melainkan imajinasi ulang total terhadap proses, peran, keterampilan, budaya, dan metrik kinerja agar manusia, agen, dan robot dapat menciptakan nilai bersama.
(fik/wep)































