Logo Bloomberg Technoz

Adaptasi AI atau Tergilas di Era Teknologi Kecerdasan Buatan

Redaksi
26 November 2025 12:25

Ilustrasi adaptasi teknologi di masa depan. (Bloomberg)
Ilustrasi adaptasi teknologi di masa depan. (Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Laporan terbaru McKinsey Global Institute (MGI) mengungkap bahwa masa depan pekerjaan akan ditentukan oleh "kemitraan keterampilan" antara manusia, agen Artificial Intelligence (AI), dan robot. Ini bukan soal meramalkan kehancuran pekerjaan, namun pergeseran dalam perilaku dan kompetensi yang dibutuhkan pekerja di era AI.

McKinsey menemukan bahwa meskipun teknologi AI yang ada secara teori mampu mengotomatisasi 57% dari jam kerja saat ini di Amerika Serikat, hal ini lebih mencerminkan potensi perubahan alur kerja, bukan proyeksi PHK massal. Adopsi penuh diprediksi akan berjalan lambat, memakan waktu puluhan tahun.

Dalam laporan riset tersebut mengatakan bahwa AI tidak akan membuat sebagian besar keterampilan manusia punah. Diperkirakan lebih dari 70% keterampilan yang dicari oleh pemberi kerja saat ini akan tetap relevan, namun cara penggunaannya akan amat berubah.


"Pekerja akan menghabiskan lebih sedikit waktu untuk menyiapkan dokumen atau riset dasar, dan lebih banyak waktu untuk merumuskan pertanyaan dan menginterpretasikan hasil yang diberikan oleh AI," demikian catatan dari McKinsey, dikutip Rabu (26/11/2025)

Perubahan perilaku ini menegaskan bahwa nilai pekerja akan bergeser dari melakukan tugas rutin menjadi menyediakan petunjuk, hingga menghasilkan wawasan yang bernilai tambah dari output AI.