Ucapan Trump tentang peluang "progres besar" kesepakatan untuk Ukraina menyiratkan bahwa Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan pejabat Ukraina membuat kemajuan dalam meredakan penolakan keras dari Kyiv dan sekutunya di Eropa terhadap proposal perdamaian 28 poin yang diusulkan tim Gedung Putih pekan lalu. Mereka bertemu di Jenewa pada Minggu.
Sejak Utusan Khusus Gedung Putih Steve Witkoff dan perwakilan Rusia Kirill Dmitriev menyusun rencana tersebut, pejabat Ukraina dan Eropa bergegas merancang tawaran balasan, berisi syarat yang sangat tidak menguntungkan Rusia. Hasilnya, menurut sumber Bloomberg, rencana disederhanakan menjadi 19 poin.
Para pejabat Rusia menyebut rencana yang direvisi tersebut tidak tidak dapat diterima.
Kementerian Energi mengatakan pasukan Rusia juga melancarkan "serangan gabungan besar-besaran" terhadap infrastruktur energi di Ukraina. "Pekerja energi akan mulai menilai konsekuensinya dan melakukan pekerjaan restorasi begitu situasi keamanan memungkinkan," kata kementerian tersebut melalui Telegram.
Serangan bom tersebut terjadi setelah Presiden Volodymyr Zelenskiy mengumumkan dalam pidato malam rutinnya kepada rakyatnya bahwa kemajuan telah dicapai dalam negosiasi proposal perdamaian, yang sedang dilakukan Kyiv bersama mitra-mitra AS dan Eropa.
"Sekarang daftar langkah yang diperlukan untuk mengakhiri perang dapat menjadi kenyataan," kata Zelenskiy. "Banyak elemen yang tepat telah diperhitungkan dalam kerangka kerja ini." Namun, masih banyak yang harus dilakukan, kata Zelenskiy, seraya menambahkan bahwa proses tersebut harus dilakukan "dengan bermartabat."
(bbn)



























