Logo Bloomberg Technoz

"Ada yang menarik, rapatnya di Jakarta, minta rapat rakor, belum ada persetujuan. Kami tanya Dirjen, kami tanya Deputi Bappenas, apakah Anda menyetujui? Ternyata dalam risalahnya menolak, tapi tetap dilakukan," ungkapnya.

Selain itu, Amran menjelaskan rapat tersebut baru digelar di Jakarta pada 14 November 2025 lalu, tetapi perizinan dari Thailand sudah keluar. Dengan begitu, Amran menduga impor tersebut sudah direncanakan.

"Ada yang mengatakan, 'iya, Pak, karena harga beras Thailand, Vietnam itu murah.' Iya, memang murah karena Indonesia tidak mengimpor beras," ucap Amran.

Dia menegaskan saat ini Indonesia sudah tidak mengimpor beras dan stok beras di Tanah Air mengalami surplus. Bahkan, kata Amran, harga beras dunia meningkat usai RI menyetop impor beras.

"Dua tahun terakhir kita impor 7 juta ton lebih. Itu nilainya dengan jagung kurang lebih 100 triliun dan pemimpin-pemimpin negara, saat kami mendampingi Bapak Presiden, mereka meminta kalau bisa ekspor ke Indonesia walaupun sedikit. Mintanya 250.000 ton maksimal," ujar dia.

"Tapi kami, Bapak Presiden, kami sampaikan izin Bapak Presiden, beras kita cukup, malah lebih dari cukup. Bahkan diperkirakan akhir tahun itu stok tertinggi. Kami perkirakan karena tinggal satu bulan," lanjut Amran.

Amran juga mengaku mendapatkan dugaan laporan impor ilegal yang serupa di Batam. Akan tetapi, timnya masih memverifikasi kebenaran informasi tersebut.

"Bahkan, kami dapatkan juga laporan, tapi kami sementara baru telepon Kapoldanya, juga di Batam ada yang masuk [beras ilegal], tetapi itu belum bisa dipastikan. Tapi yang pasti dari Sabang, Aceh," klaim Amran.

Sebagai catatan, Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan atau Zulhas mengklaim Indonesia telah mencatatkan surplus 4-5 juta ton beras hingga akhir tahun 2025. Dengan begitu, Zulhas menyebut Indonesia sudah bisa dikatakan swasembada beras.

"Tahun lalu [2024] kita impor beras 3,8 juta. Tapi, sampai akhir tahun ini [2025] kita akan surplus 4-5 ton juta beras. Bisa dikatakan kita sudah, Indonesia swasembada pangan khusus untuk beras," katanya dalam pembukaan Trade Expo Indonesia, Rabu (15/10/2025).

Zulhas juga menyebut, berdasarkan data Kementerian Perdagangan, pada 2025, angka ekspor Indonesia naik sebesar 7% jika dibandingkan dengan tahun 2024. Di mana, surplus Indonesia tahun 2024 mencapai US$19 miliar, sedangkan tahun 2025 ini mencapai US$29 miliar.

(azr/ros)

No more pages