Logo Bloomberg Technoz

Kemarin, harga emas dunia di pasar spot ditutup di US$ 4.082,7troy ons, Menguat 0,11% dibandingkan hari sebelumnya.

Dengan begitu, harga emas pun sah naik tiga hari berturut-turut. Selama tiga hari tersebut, harga terangkat hampir 1%.

Meski begitu, secara umum harga emas masih berada dalam tren negatif. Selama seminggu terakhir, harga aset ini terpangkas 2,1% secara point-to-point.

Dalam sebulan ke belakang, harga pun melemah 1%.

Perlambatan laju harga emas disebabkan oleh pudarnya harapan penurunan suku bunga acuan oleh bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve dalam rapat September. Mengutip CME FedWatch, peluang penurunan Federal Funds Rate sebesar 25 basis poin (bps) pada rapat Desember tinggal 39,1%. Sementara kemungkinan suku bunga acuan ditahan mencapai 60,9%.

Kabar terbaru yang menambah pesimisme pasar adalah data ketenagakerjaan. Malam tadi waktu Indonesia, US Bureau of Labor Statistics akhirnya merilis data ketenagakerjaan periode September, yang tertunda lebih dari sebulan gara-gara government shutdown.

Pada September, perekonomian AS menciptakan 119.000 lapangan kerja non-pertanian (non-farm payroll). Jauh membaik ketimbang Agustus yang turun 4.000 dan lebih tinggi ketimbang konsensus pasar yakni 50.000.

Penciptaan 119.000 non-farm payroll menjadi yang tertinggi dalam lima bulan terakhir.

Data ini menggambarkan bahwa pasar tenaga kerja Negeri Paman Sam mulai pulih. Pelemahan mungkin tidak sedalam yang diperkirakan.

Akibatnya, pasar berpandangan mungkin stimulus moneter lebih lanjut belum diperlukan. Penurunan suku bunga acuan masih bisa ditunda untuk kesempatan-kesempatan berikutnya.

“Pasar sudah berpikir bahwa penurunan suku bunga acuan pada Desember masih jauh dari pasti. Data ketenagakerjaan memberi konfirmasi akan hal tersebut,” tutur Bart Melek, Global Head of Commodity Strategy di TD Securities, seperti dikutip dari Bloomberg News.

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas kurang menguntungkan saat suku bunga belum turun.

(aji)

No more pages