Logo Bloomberg Technoz

Bursa Saham Asia Bersiap Melemah Tertekan Gejolak Wall Street

News
21 November 2025 06:50

Bursa Asia. (Dok: Bloomberg)
Bursa Asia. (Dok: Bloomberg)

Toby Alder - Bloomberg News

Bloomberg, Bursa saham Asia diperkirakan melemah setelah sesi perdagangan yang bergejolak di Wall Street, ketika reli singkat yang dipimpin Nvidia Corp memudar dan investor kembali menjauhi aset berisiko seperti mata uang kripto.

Nasdaq 100 anjlok 2,4% dan S&P 500 turun 1,6%, menghapus kenaikan sekitar 2% yang sempat terbentuk sebelumnya di tengah kekhawatiran mengenai valuasi saham yang terlalu tinggi dan besarnya investasi yang digelontorkan. Meski Nvidia meyakinkan investor soal permintaan AI, saham perusahaan itu tetap turun 3,2%. Kontrak berjangka indeks saham Jepang, Hong Kong, dan Australia seluruhnya mengindikasikan pembukaan yang lemah.


Indeks Volatilitas Cboe naik hingga menyentuh level 28 — melampaui ambang 20 yang kerap dianggap mengkhawatirkan oleh pelaku pasar — sementara Bitcoin jatuh ke bawah US$87.000 untuk pertama kalinya sejak April.

Meningkatnya sorotan terhadap kemampuan investasi AI menghasilkan pendapatan dan keuntungan yang sepadan dengan lonjakan belanja infrastruktur terus memicu gejolak pasar. Ketidakpastian mengenai kemampuan Bank Sentral AS (Federal Reserve/The Fed) untuk menurunkan suku bunga bulan depan juga menambah kegelisahan, menyusul pernyataan sejumlah pejabat yang mengisyaratkan kehati-hatian dalam melonggarkan kebijakan terlalu cepat.

Grafik S&P 500. (Sumber: Bloomberg)