Ketegangan antara kedua negara tetangga ini memanas setelah Takaichi menjadi pemimpin Jepang pertama dalam puluhan tahun yang secara terbuka mengaitkan krisis Selat Taiwan dengan potensi pengerahan pasukan Jepang. Hal ini memicu Beijing melancarkan serangkaian balasan ekonomi dan ancaman balasan lebih besar.
Mao menambahkan bahwa PM Li Qiang tidak berencana bertemu dengan Takaichi dalam KTT G20 mendatang di Afrika Selatan. Dia juga mengonfirmasi bahwa pertemuan yang direncanakan antara Menteri Kebudayaan China, Korea Selatan, dan Jepang ditunda, dengan alasan syarat untuk mengadakannya tidak terpenuhi.
Secara terpisah, Kementerian Perdagangan China menyatakan bahwa Jepang harus menarik kembali "pernyataan dan tindakannya yang keliru."
"Pernyataan keliru PM Takaichi memicu kemarahan publik yang kuat di China," ujar He Yongqian, juru bicara kementerian, Kamis. "Jepang tidak bisa berharap mendapatkan keuntungan, sekaligus merugikan perasaan rakyat."
(bbn)































