Trump, yang lahir di New York, menyeru pemilih untuk mendukung mantan Gubernur New York Andrew Cuomo, yang mencalonkan diri sebagai kandidat independen setelah kalah dari Mamdani dalam pemilihan pendahuluan Partai Demokrat.
Usai Trump mengumumkan rencana pertemuan keduanya di media sosial, Mamdani dalam wawancara dengan jaringan TV kabel MS NOW mengungkap timnya telah menghubungi Gedung Putih mengenai pertemuan tersebut.
"Saya ingin berbicara terus terang kepada presiden tentang apa artinya membela warga New York, dan bagaimana warga New York kesulitan membiayai hidup di kota ini," beber Mamdani. "Dan jujur saja, biaya hidup adalah sesuatu yang saya dengar berulang kali dari warga New York tentang alasan mereka memilih Donald Trump."
Trump mengungkap pemerintahannya akan menarik dana dari kota terbesar di negara itu jika Mamdani terpilih sebagai pemimpinnya. Sejak Pemilu, staf presiden telah meninjau dana yang menguntungkan kota tersebut untuk ditangguhkan atau dibatalkan.
Menurut kantor pengawas keuangan kota, New York menerima hampir US$10 miliar dana federal pada tahun fiskal 2025, yang mencakup 8,3% dari total pengeluaran untuk anggaran operasionalnya.
Pada 1 Oktober, hari pertama penutupan (shutdown) pemerintah, Gedung Putih menghentikan dana infrastruktur New York sebesar US$18 miliar, atas alasan kekhawatiran atas praktik keberagaman dan inklusi.
New York berinvestasi secara signifikan dalam proyek-proyek transportasi umum untuk mengurangi kemacetan dan memfasilitasi pembaruan sistem yang sudah tua, di mana anggaran federal sebagai dukungan utama.
Kemenangan Mamdani memberi Trump amunisi untuk meningkatkan ketidaksetujuannya terhadap New York, memicu perselisihan mengenai kebijakan ekonomi, kejahatan, dan imigrasi yang akan diawasi ketat menjelang pemilihan paruh waktu tahun depan.
Sejak menjabat, Trump menjadikan kota-kota yang dipimpin anggota Demokrat sebagai sasaran pemerintahannya, mengerahkan Pasukan Garda Nasional ke kota-kota, termasuk Los Angeles dan Chicago.
Mamdani mengatakan ia ingin mencari cara untuk bekerja sama dengan Trump. Wali kota terpilih itu bertemu dengan Gubernur New York Kathy Hochul pada 13 November untuk membahas persiapan kota menghadapi lonjakan petugas ICE atau Pasukan Garda Nasional yang dikerahkan presiden.
Gubernur itu mengatakan kepada wartawan pada 17 November bahwa dia telah mendorong para pemimpin bisnis untuk menyampaikan kepada Trump mengenai potensi dampak negatif jika dia mengambil tindakan tersebut: "Kami adalah pusat keuangan, dan Anda tidak dapat mengganggunya tanpa konsekuensi," tegasnya.
(bbn)





























