“Ini kita akan bangun, ini adalah rezeki bagi peternak, petelur, Pinsar [Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia], dan untuk pedaging. Ini adalah rezeki bagi kita semua, termasuk perusahaan besar, menengah, kecil,” ujarnya.
“Ini adalah berkah dan ini atas kebijakan strategis yang dilakukan Bapak Presiden. Peternak nanti ini bergairah, kenapa? Ada MBG, ada off-taker yang jelas, jadi harga ayam tidak naik turun karena kita sudah tetapkan [jangan melewati] HAP,” sambungnya.
SPPG Beli Telur Rp27.500/kg
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Presidium Pinsar Nasional Yudianto Yosgiarso mengungkapkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dapat membeli telur ke peternak seharga Rp27.500/kg. Adapun HAP telur saat ini seharga Rp30.000/kg.
“Kami dari peternak ini sudah sepakat, kalau kami tidak mengambil nilai yang tertinggi, Rp30.000/kg, karena sangat memberatkan dan juga supaya program MBG ini bisa berjalan lancar, kami hanya membandrol angka Rp27.500/kg,” tuturnya.
Akan tetapi, harga telur yang dibanderol tersebut merupakan harga untuk wilayah Pulau Jawa. Sementara luar Pulau Jawa akan dikenakan biaya distribusi. Dia menyarankan sejumlah SPPG tersebut dapat membeli langsung kepada peternak.
“Nah ini kami harapkan, kami harapkan semua SPPG-SPPG ini bisa kotak langsung, artinya membeli langsung kepada para peternak yang ada di dalam koperasi-koperasi supaya ini menjadi lebih baik,” ucapnya.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga telur ayam ras mengalami peningkatan di 157 kabupaten/kota pada pekan kedua November 2025. Kenaikan ini sejalan dengan bergulirnya program MBG yang salah satu lauknya adalah telur.
Data BPS menunjukkan telur ayam ras mengalami kenaikan indeks perubahan harga (IPH) di 43,61% wilayah di Tanah Air. Pekan kedua November 2025, terdapat 157 kabupaten/kota yang mengalami kenaikan harga telur ayam ras.
Jika dibandingkan dengan pekan pertama November 2025, jumlahnya naik 1 kabupaten/kota, yakni mencapai 156 kabupaten/kota.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan telur ayam ras terus mengalami tren peningkatan harga. Pada pekan kedua November 2025, rata-rata harga telur ayam ras secara nasional telah berada di atas HAP. Adapun, HAP untuk telur ayam ras adalah Rp30.000 per kilogram.
Secara rata-rata nasional, telur ayam ras naik 0,32% dibandingkan Oktober 2025 menjadi Rp31.646 per kilogram pada pekan kedua November 2025.
“Untuk telur ayam ras ini menarik karena memang juga yang memberikan kenaikan harga telur ayam ras adalah meningkatnya permintaan terhadap kebutuhan komoditas telur ayam ras sebagai salah satu komponen lauk pauk pada menu MBG,” kata Amalia dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah 2025, di YouTube Kemendagri, Senin (17/11/2025).
Meski demikian, Amalia menyebut peningkatan harga telur ayam ras ini menjadi peluang bisnis agar bisa memenuhi kebutuhan permintaan yang tengah meningkat, terutama dalam hal kebutuhan MBG.
Selain itu, kenaikan harga telur ayam ras juga dipengaruhi faktor distribusi. Dalam hal ini, adanya kenaikan harga di tingkat distributor.
Dia menambahkan, tidak stabilnya stok yang disebabkan hambatan atau kurang lancarnya pasokan daerah penghasil ke wilayah yang bukan menjadi sentra produksi telur ayam ras.
(ain)






























