Didirikan pada 1992, Chandra Asri Group telah berkembang menjadi pemasok solusi energi dan petrokimia utama di kawasan. Portofolionya mencakup manufaktur, perdagangan bahan kimia, karet sintetis, hingga pengelolaan aset infrastruktur. Pada 2024, perusahaan memulai transformasi strategis guna memperkuat infrastruktur energi hilir dan menopang sektor-sektor strategis di berbagai negara.
Akuisisi jaringan ritel Esso di Singapura menjadi langkah penting dalam strategi tersebut, memperluas jejak perusahaan di hilir energi sekaligus mengukuhkan posisi Chandra Asri di pasar regional.
Pada pemberitaan Bloomberg Technoz sebelumnya, TPIA resmi menandatangani perjanjian jual beli (sale and purchase agreement/SPA) untuk mengambil alih jaringan SPBU Esso milik ExxonMobil di Singapura. Aksi korporasi tersebut dilakukan melalui entitas special purpose vehicle di bawah anak usaha yang sepenuhnya dimiliki oleh grup bisnis besutan taipan Prajogo Pangestu.
Transaksi ini masih menunggu persetujuan dari otoritas terkait dan ditargetkan rampung pada akhir 2025. Meski demikian, TPIA tidak mengungkapkan nilai akuisisi jaringan SPBU Esso tersebut.
Usai akuisisi tersebut, TPIA memastikan akan tetap menggunakan merek Esso dan membeli bahan bakar bermerek dari ExxonMobil. Seluruh poin dan kartu loyalitas pelanggan akan tetap berlaku tanpa perubahan.
Perusahaan juga akan mempertahankan seluruh karyawan ExxonMobil yang terlibat dan saat ini menjalankan operasional bisnis tersebut.
(dhf)



























