Sedangkan, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan optimismenya bahwa tren positif ini akan mendorong capaian kunjungan wisatawan hingga melampaui target Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2025. “Dengan tren saat ini, kunjungan wisatawan mancanegara diperkirakan menembus 14–15 juta,” ujarnya dalam Laporan Kinerja Bulanan bersama Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa di Jakarta, dikutip Senin (17/11).
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan kunjungan Wisatawan Mancanegara (Wisman) pada September 2025 mencapai 1,39 juta, tumbuh 9,04% dibandingkan periode sama tahun lalu.
Secara kumulatif Januari–September 2025, jumlah wisman telah mencapai 11,43 juta, meningkat 10,22% dibandingkan tahun sebelumnya. Wisatawan didominasi negara ASEAN (35,22%) dan kawasan Asia lainnya (27,57%).
Dukungan sektor pariwisata terhadap perekonomian nasional juga menguat. Pada Triwulan III 2025, ekonomi Indonesia tumbuh 5,04%, dengan sektor pariwisata menyumbang 3,96% terhadap PDB.
Beberapa lapangan usaha terkait pariwisata—mulai dari biro perjalanan, hiburan dan rekreasi, transportasi wisata, hingga akomodasi dan makanan minuman—termasuk yang tumbuh tertinggi.
Memasuki Triwulan IV, Kemenpar optimistis momentum akan semakin kuat, didorong libur Natal dan Tahun Baru. Pemerintah menyiapkan stimulus, termasuk insentif perjalanan melalui diskon transportasi darat, laut, dan udara yang berlaku 22 Desember 2025–10 Januari 2026, dengan potongan hingga 30% di sejumlah moda.
(dec)






























